Indonesia memiliki bibit-bibit bertalenta yang bisa mengharumkan nama bangsa di kancah motorsport Internasional. Salah satunya ialah Kezia Santoso yang merintis karir sebagai pembalap go-kart sejak 2009. Dara berusia 18 tahun kelahiran Jakarta ini telah mencicipi panasnya persaingan kejuaraan go-kart, baik yang diselenggarakan di Asia sampai Eropa.

Kejuaraan-kejuaraan bergengsi, seperti Rotax Max Challenge Asia serta Rotax Max Euro Challenge pernah diikutinya. Kini, Kezia tengah membidik level yang lebih tinggi yakni terjun di kompetisi F4.

Selama menekuni dunia balap, keberanian menjadi modal Kezia untuk bisa bicara banyak di lintasan. Tak jarang, dirinya harus berurusan dengan keusilan pembalap lain yang mayoritas adalah pria. “Kalau sudah pakai helm semua sama. Sering banget jadi target ditabarakin di trek,” akunya kepada TheGaspol saat ditemui dalam acara peluncuran helm Arai GP di Jakarta belum lama ini.

Kiprah Kezia yang sudah melangkah sejauh ini tak lepas dari dukungan keluarga. “Dia sangat excited dan enjoy di go-kart. Jadi selama dia masih merasa tertantang, kita dukung terus,” ungkap Menik Indah Susanti, ibunda Kezia.

Di luar lintasan, sepulang sekolah Kezia melanjutkan aktivitas dengan latihan fisik demi mencapai targetnya berkompetisi di F4. “Mulai dari September ini mungkin mau ke Belanda. Harapannya bisa mencari tim terus bisa melanjutkan karir dan balapan di sana,” kata Kezia.

Sebentar lagi dirinya juga akan memasuki perguruan tinggi dengan mengambil jurusan psikologi. “Dari dulu sudah tertarik belajar psikologi. Untuk ke depannya aku ingin master di Sport Psychology,” tutup Kezia.