PT KIA Mobil Indonesia baru saja resmi meluncurkan Grand Sedona bermesin diesel, Rabu (18/7) di Jakarta. Generasi ketiga dari MPV luxury KIA ini punya varian yang lengkap di Indonesia, bermesin bensin 3.3L V6 atau diesel 2.2 CRDi.

Ini adalah generasi penerus dari KIA Carnival atau KIA Sedona yang sempat booming di Indonesia medio 1998 sampai 2006 lalu. Secara dimensi, KIA Grand Sedona punya selisih lebih panjang 185 mm dari KIA Carnival.

Namun ada satu permasalahan yang sering dikeluhkan oleh pemilik KIA Carnival lawas, yakni banyaknya derajat putar tau radius putar saat bermanuver. Dengan kata lain, mengambil istilah dari para pengemudi-pengemudi di jalan raya, “beloknya nggak patah,”.

Hal ini telah menjadi pembelajaran bagi KIA dalam mengembangkan Grand Sedona. KIA mengklaim bahwa hal tersebut tidak akan terjadi di Grand Sedona, mengingat panjangnya melar hampir 20 cm.

General Manager Business Development PT Kia Mobil Indonesia (KMI) Harry Yanto menyebutkan, KIA telah melakukan serangkaian ubahan pada Grand Sedona sejak mulai masa pengembangan. Termasuk soal radius putar, ia menyebutkan bahwa Grand Sedona punya radius putar yang lebih tajam atau ebih patah daripada KIA Carnival sebelumnya yang dijual di Indonesia.

Dengan kata lain, meski Grand Sedona punya selisih lebih panjang 185 mm, namun bukan menjadi sebuah persoalan besar ketika diharuskan bermanuver tajam ketika dibutuhkan.