1963-chevrolet-corvette-sting-ray-photo-526093-s-1280x782

Keindahan desain, mesin powerfull serta dimensi yang kompak membuat banyak orang jatuh hati pada roadster legendaris produksi GM, Corvette Sting Ray. Penulisan Sting Ray (dipisah) menyatakan bahwa varian tersebut masuk dalam generasi kedua (C2) dari keluarga Corvette yang diproduksi antara tahun 1963 sampai 1967. Sedangkan penulisan Stingray (disambung) berarti mobil-mobil tersebut dilansir mulai tahun 1968 hingga 1982 dan merupakan generasi ketiga (C3) juga dari trah Corvette.

Varian ini merupakan hasil evolusi dari generasi pertama Corvette, sementara nama Sting Ray sendiri mulai disematkan di tahun 1959. C2 lahir berkat ide dan inisiatif seorang William “Bill” Mitchel (Kepala Tim Desain GM di tahun 1960) yang bentuknya terinspirasi dari besutan andalan GM diajang LeMans Corvette SS di tahun 1957. Sayangnya, setelah Automobile Manufacturing Association melarang tim pabrikan ikut balap, SS beralih fungsi menjadi mobil tes. Inilah yang kemudian menjadi cikal bakal mobil balap Sting Ray di tahun 1959.Chevrolet-Corvette-Stingray-Concept-1959_06

Setelah beberapa kali berhasil menggondol gelar tercepat di Marlboro Raceway di Maryland tahun 1959, posisi ke empat dan sekali juara di SCCA National Championship tahun 1960, Bill Mitchell kemudian memutuskan untuk mempensiunkan Sting Ray dari ajang balap manapun. Bagaimanapun, desain dan performa Sting Ray, struktur bodi ringan, jarak wheelbase 92 inci, mesin full injeksi V8 283 yang mampu menggelontorkan tenaga hingga 315 hp dengan sistem transmisi manual 4-speed meng-influence generasi Sting Ray berikutnya.

Kendati tiap tahun GM memproduksi  berbagai model Corvette dengan beberapa macam perubahan, modifikasi dan juga modernisasi, namun nama Sting Ray tidak akan pudar dari benak para antusias Vette. Pada tahun 1962, gaya klasik Sting Ray yang telah melekat di generasi pertama berubah drastis. Para desainer membuang lekukan di kaca belakang, solid rear axle dan hanya bodi convertible. Di tahun yang sama penghasil daya juga dirombak. Mesin small block dipensiunkan dan diganti dengan dapur pacu V8 berkapasitas 5.4L. Berkat tenaga sebesar 360 hp, varian ini bertransformasi menjadi model C1 terkencang sekaligus sport car favorit di Amerika Serikat.

Sama seperti tipe Corv63chevrolet_corvette_2[1]ette lainnya, panel bodi Sting Ray juga dibuat dari bahan fiberglass yang ditanam di sasis baja. Bodi tersebut memiliki desain berbeda dibanding dengan C1 karena untuk kali pertamanya GM menerapkan sistem hard top pada atap Vette generasi kedua di tahun 1963. Bagian belakang tulang atap didesain cukup kuat untuk menampung kedua kaca belakang (split window). Bentuk kaca seperti ini belakangan diganti dengan alasan membatasi pandangan pengendara ke bagian bokong mobil. Fitur baru lain yang diterapkan di Sting Ray ’63 adalah sistem dual pop-up untuk kedua lampu depan. Selain mampu mendongkrak penampilan, desain lampu seperti ini juga diyakini dapat menambah efisiensi aerodinamis.

C2 Sting Ray mengusung berbagai fitur-fitur paling modern di eranya. Semisal side-mounted exhaust (optional), kemudahan akses ke bagasi dari dalam kabin hingga bonnet menonjol sebagai isyarat kedahsyatan performa mesinnya. Untuk versi minus atas,  kanvas convertible nya juga dapat dilipat dan diselipkan di ruang kosong di belakang kursi pengemudi. Para antusias dan penggila kecepatan pun dimanjakan dengan  lahirnya varian ini. Generasi kedua Corvette dipersenjatai dengan tiga pilihan penghasil daya, 327, 396 dan 427 ci dengan variasi hasilan tenaga mulai dari 250 hingga 435 hp. Pengendara juga bisa merasakan kenyamanan lebih dibanding versi sebelumnya berkat penggunaan (untuk pertama kalinya) sistem suspensi independent plus rem cakram di ke empat rodanya.