Mercedes-Benz 300 SL

Keputusan mengenai rentang produk masa depan telah disepakati dalam pertemuan petinggi Daimler-Benz yang digelar Desember 1947. Saat itu produsen mobil di beberapa negara diterpa kendala serupa; minimnya fasilitas produksi, kelangkaan bahan baku, dan desain yang ketinggalan jaman. Namun punggawa Daimler-Benz mampu menelurkan konsep yang lebih maju untuk menghasilkan sebuah mobil sport.

Mercedes-Benz 300 SL b

Hanya enam minggu setelah pertemuan itu, seorang insinyur otomotif yang memiliki passion tinggi terhadap dunia yang digeluti bernama Rudolf Uhlenhaut  mengajukan draft yang sangat visioner kepada Dewan Manajemen Daimler-Benz. Dan baru dua tahun kemudian sang bayi yang ada dalam draft tersebut mulai dibentuk dengan disematkan nama “300 Sport”. Para petinggi pabrikan Bavaria ini memberikan syarat bahwa model dimaksud harus dipersenjatai lumbung pacu yang sanggup menyemburkan tenaga puncak sebesar 200 hp.

Mercedes-Benz 300 SL a

Dan mesin yang menjanjikan untuk pengembangan lebih lanjut adalah dapur pacu berkode M 159, sebuah mesin enam silinder berkapasitas 2.6 liter yang telah dikembangkan di akhir tahun 30-an. Mesin tersebut sejatinya akan ditanam di model 260, namun tidak berhasil diproduksi dalam skala besar karena pecahnya Perang Dunia II. Namun demikian, teknisi Daimler-Benz tidak tinggal diam dan membenamkan penghasil daya tersebut ke dalam truk serta mobil pemadam kebakaran.

Mercedes-Benz Typ 300, 115 PS, Motor, Bauzeit: 1951 bis 1954.

Lepas Perang Dunia II berakhir, mesin M 159 melalui beberapa tahap evolusi hingga akhirnya diproduksi secara masal dalam bentuk M 186. Dapur pacu anyar ini memiliki permukaan miring di antara kepala silinder dan blok mesin, dibekali overhead camshaft, katup intake yang besar, ruang pembakaran di dalam piston dan blok mesin, peningkatan kapasitas menjadi 3.0 liter yang sanggup menghasilkan tenaga hingga 115 hp. Mesin tersebut kemudian ditanam pada kompartemen milik Mercedes-Benz Type 300 (W186) yang hangat disapa Adenauers yang mendebut pada April 1951. Sementara versi yang memiliki performa lebih tinggi dengan kode M 188 disematkan pada model dua tempat duduk yang merupakan model top-of-the-range di line-up Mercedes-Benz saat itu, 300S.

12-march-1952-mercedes-benz-300-sl-unveiled

Lahirnya 300 Sport Leicht

Di 15 Juni 1951, Dewan Manajemen Daimler-Benz memutuskan untuk mencoba peruntungan dengan ikut berkompetisi di ranah balap. Hingga akhirnya mereka memberi lampu hijau untuk memproduksi model “300 Sport Leicht” (300 Sport Light). Dan mesin berkode M 194 pun ditunjuk sebagai penghasil daya yang akan dibenamkan di kompartemen mesin. Dapur pacu ini berbeda dengan ruang bakar berkapasitas 3.0 liter lainnya. Lantaran mesin ini memiliki output 170 hp dan dipasang horizontal dengan sudut 50 derajat lebih ke kiri.

1954 Mercedes-Benz 300 SL Gullwing Coupe 5

Lantaran memiliki bobot yang cukup berat, maka para teknisi harus fokus untuk memangkas bobot di bagian lain. Tak heran jika mereka memutuskan untuk memasang kerangka tubular buah olah ide Rudolf Uhlenhaut yang dikembangkan kembali oleh insinyur Daimler-Benz. Hasilnya adalah frame tubular yang diet hingga 50 kg. Sasis ini kemudian tidak hanya sukses di ranah balap namun juga diadopsi oleh Mercedes-Benz W 194 alias Gull-Wing yang mendebut di 1954.