Menyambut hari jadinya yang ke-4, Jumat (30/4) komunitas Vespa Guna Bangsa (GB) menggelar sebuah acara nonton bareng film pendek bertajuk Ride and Share di Joglo Beer, Kemang, Jakarta Selatan. Film yang diputar pada gelaran yang disponsori oleh Piaggio Indonesia ini mengupas seputar perjalanan 6 rider anggota GB ke beberapa daerah tertinggal di Pulau Sumatera untuk membagikan buku sekolah dasar (SD) ke beberapa sekolah serta untuk anak-anak putus sekolah.

“Saya mencari sesuatu yang berbeda dari komunitas lain, Setelah diperhatikan, masih banyak anak-anak di luar sana yang tinggal di pedalaman dan putus sekolah. Maka dari itu, saya dan teman-teman lainnya ingin mengajak mereka melihat jendela dunia dengan membaca buku,” ujar Bambang Mariano, Ketua GB.

Pria yang akrab dipanggil Abe ini menjelaskan misinya membawa 600 buku sekolah dasar yang kami bagikan untuk anak-anak di kampung dan sudah putus sekolah, serta beberapa sekolah. Salah satunya adalah SDN 03 Tanjung Pandang.

“Kita start dari Jakarta menuju Palembang hanya 24 jam, dan kami lanjutkan ke Bangka lalu Pangkal Pinang, dan destinasi terkahir Bangka Belitung. Perjalanan kita bertema Ride and Share ini mempunyai arti. Ride itu karena kita semua suka riding, share itu kita ingin mengesplor alam yang ada di Indonesia, khsususnya yang belom banyak orang tau atau dijamah,” tambahnya.

Komunitas dengan nama awal Great Baron ini juga mempunyai alasan tersendiri hanya memberangkatkan 6 member kenapa dari 24 member untuk perjalanan yang dimulai pada 18 Februari silam.

“Itu sudah terpilih, dan saya yakin teman-teman yang lain pasti enggak kuat, atau bisa juga merepotkan kalau ada yang mogok dan jumlahnya banyak lagi, pokonya repot deh. Mendingan mereka naik pesawat saja,” jelas penggagas Ride and Share ini.

Sukses menggelar Ride and Share, tahun depan komunitas Vespa Guna Bangsa berencana untuk membagikan satu juta buku ke Manado, Makassar, dan Wakatobi.

“Semoga kalau masih dikasih umur panjang, 2017 nanti kita akan jalan lagi sambil membagikan 1 juta buku ke Manado, Makassar, dan Wakatobi. Pesan saya, komunitas jangan dijadikan lahan bisnis, lebih baik have fun dan bermanfaat bagi orang lain,” tutupnya.