“Hydrogen is inefficient, it is a bullsh*t” kurang lebih begitulah kritik yang keluar dari mulut Elon Musk, CEO Tesla Motors di 2013 kala Toyota kala berencana membuat sebuah mobil berbahan bakar sel atau hidrogen. Kritikan tersebut memang sengaja ditulis dalam bahasa Inggris agar kisah di bawah ini bisa dimengerti. Pasalnya, ungkapan tersebut bermakna makian (omong kosong) yang bisa diartikan kotoran sapi secara harafiah.

Untungnya Toyota tidak tinggal diam atas kritikan tersebut. Malahan kritikan tersebut ditanggapi secara positif melalui sebuah video yang dipandu oleh seorang petinggi teknisi, Sott Blancht dalam video rilisan resmi Toyota. “mereka benar, namun bukan begitu cara berfikirnya,” jelas Scoot.

Maka Scott pun langsung menyambangi sebuah peternakan di Amerika Serikat demi mencari setumpuk kotoran sapi, Scott bahkan mengajak sang pemilik untuk menyumbangkan kotoran sapinya untuk diolah di sebuah pabrik energi. “Hidrogen bisa ditemukan di mana saja, termasuk di dalam kotoran sapi ini,” jelasnya.

Maka di dalam pabrik tersebut hidrogen diproduksi dari biogas mentah yang diekstrak dari kotoransapi. Kemudian biogas tersebut diolah lagi melalui sebuah mesin perubah uap methan. Uap tersebutah yang kemudian dikonversi menjadi hidrogen untuk memberikan asupan energi untuk kendaraan berbahan bakar sell seperti Toyota Mirai.

“Kami menaruh hidrogen di panggung utama karena potensinya sebagai bahan bakar yang dapat diproduksi ulang. Mungkin ini baru permulaan namun kami sedang membuat investasi jangka panjang di masa depan,” beber Senior Vice President Toyota, Bob Carter.
Video: https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=9pTluy9KpYU