Beast

/bi:st/

noun

  1. any animal other than man, especially a large wild quadruped
  2. savage nature or characteristic
  3. a brutal, incivilized, mean

KTM-1290-Super-Duke-R

Segudang kata-kata seram di atas bisa menjadi gambaran keberingasan dan kebuasan motor yang lahir di Mattighofen, Austria ini. Mesin powerfull, pengendalian sempurna hingga pengadopsian teknologi canggih membuat KTM 1290 Super Duke R menjadi salah satu pilihan terbaik di kelas Street Bike. Maka tak heran jika motor yang versi purwarupanya hadir di EICMA 2012 tersebut mendapatkan gelar Best Open-Class Street Bike versi Cycleworld.com, Best Street Bike 2014 dari Motorcycle-USA.com hingga Best Badass of 2014 yang dianugerahkan oleh laman Ultimatemotorcycling.

KTM-1290-Super-Duke-R-9

Dan bukan sebuah kebetulan jika TheGaspolCom menjumpai sosok monster telanjang ini sedang berdiri kokoh di sudut gerai milik Moto KTM Indonesia. Sayangnya, unit dimaksud belum pernah turun tanah alias masih gres. Pastinya tidak bisa kami jajal performanya, kecuali kami rela merogoh kocek nyaris setengah milyar untuk membawa the Beast pulang. Hmmm.. Tidak patah semangat, kami terus mencoba untuk menelusuri jejak yang ditinggalkan sang monster.

KTM-1290-Super-Duke-R-11

Berkat rekomendasi petinggi KTM Indonesia, akhirnya kami tiba di sebuah rumah modifikasi motor besar di Selatan Jakarta. Menurut mereka, si pemilik gerai ini merupakan pelanggan setia yang telah menebus motor yang telah kami incar, KTM 1290 Super Duke R. Enggan berlama-lama, kami segera mengatur waktu dengan Simon Scott untuk segera bersua dengan the Beast. Pucuk di cinta ulam pun tiba!  Kolektor motor kelahiran Inggris yang berencana untuk tinggal selamanya di Indonesia ini langsung mengiyakan dan berjanji untuk meminjamkan motor yang dipacunya setiap hari.

KTM-1290-Super-Duke-R-12

Saat yang dinanti pun tiba. Jantung langsung berdegup kencang saat kami menatap tubuh telanjangnya. Terpana. Pesona frame chrome-molybdenum steel tubular sontak menyeruak, memancarkan kebuasan performanya. Perpaduan kelir putih, hitam dan orange khas KTM yang menyapu sekujur tubuhnya memperkuat filosofi tenaga tanpa batas, presisi, ergonomi sempurna, penggunaan komponen terbaik dan ringan yang diagungkan pabrikan bentukan Hans Trunkenpolz ini. Ah… Menurut sang desainer, Craig Dent, visi desain motor ini adalah untuk memberikan estetika yang simple, murni, minimalis dan disempurnakan. Namun tetap memiliki karakter dan proporsi yang memukau. Untuk apa berlama-lama berdiri memandanginya. Sudah waktunya kami menjajal sensasi berkendara di atas KTM 1290 Super Duke R!

KTM-1290-Super-Duke-R-13

Lagi-lagi kami dipaksa tertegun saat menatap panel instrumen the Beast. Pendaran cahaya orange dari  multi information display memperjelas deretan informasi yang bisa direkam dan dimasukkan ke dalam menu favorit. Mulai dari drive mode, ABS, temperatur, Odometer hingga trip meter. Tampilan layar ini kian cantik setelah dipadankan dengan speedometer yang juga digital serta penunjuk putaran mesin analog. Proses pemilihan menu yang tampil di on-board computer Super Duke juga mudah. Cukup menekan empat tombol yang ada di sebelah kiri handle bar. Ada empat mode pengendaraan mulai dari Rain untuk yang suka akselerasi halus serta ingin merasakan control traksi lebih awal, Street buat penggemar efisiensi, Sport bagi Anda yang menginginkan akselerasi optimal hingga Plus khusus untuk Anda yang doyan memelintir ban belakang saat melibas tikungan alias ngedrift.

KTM-1290-Super-Duke-R-4

Ah… Untuk awal, boleh lah saya mencoba settingan Street terlebih dahulu. Raungan  the Beast langsung menyeruak lepas tombol starter ditekan. Suaranya kian bergemuruh lantaran KTM 1290 Super Duke R milik juragan Big Bear Chopper ini telah mengadopsi exhaust system titanium Akrapovic Evolution. Selain mampu mengurangi bobot hingga 6 kg, setelah melakukan remapping pada komputer mesin, tenaganya melonjak sebanyak 12 hp. Performa lumbung pacu kembar LC8 1301 cc langsung terasa begitu throttle control dipelintir. Wajar saja. Pasalnya, motor dengan mesin berkonfigurasi V 75 derajat ini menggunakan sistem ride by wire yang akan langsung mengaktifkan sensor elektronik pada throttle valve.

KTM-1290-Super-Duke-R-10

Setelah beberapa putaran memacu KTM 1290 Super Duke R, tetiba Simon melambaikan tangannya dan memaksa saya menepi. Usut punya usut, ternyata custom builder yang biasa menggarap Harley-Davidson ini meminta saya untuk mengganti riding mode ke Sport.

“Kalau memang mau merasakan performa sejati dari mesin bertenaga puncak 180 hp ini sekalian dengan torsi 144 Nm-nya, kamu harus mengubah mode menjadi Sport,” ujar Simon sambil memainkan tombol-tombol menu di batang kemudi. “Tapi hati-hati… Motornya jadi galak.. Lagipula jarak pengeremannya pendek,” tambahnya.

KTM-1290-Super-Duke-R-8

Petuah tadi terus terngiang dalam benak saat saya kembali memainkan throttle control. Alhasil, nyali menjadi sedikit ciut hingga akhirnya saya memutuskan baru akan memelintir gas saat perseneling masuk ke gigi dua. Dan benar saja! Performa mesin berubah menjadi lebih beringas diimbangi dengan karakternya yang lebih agresif. Untung saja  motor ini telah menggunakan sistem pengereman Bosch 9M+ ABS dengan Brembo twin-disc berdimensi 320 mm yang dijepit oleh caliper Brembo 4 piston monoblock di depan serta caliper dua piston di belakang. Kalau tidak, bisa-bisa tembok pembatas jalan dengan perkampungan di kawasan Kuningan bisa-bisa saya hajar.

KTM-1290-Super-Duke-R-3

Urusan handling, rasanya sistem suspensi WP pressurized-gass central dengan external remote reservoir di belakang plus fork telescopic di depan sanggup meredam liarnya sang monster. Ditambah sistem kontrol traksi MTC yang langsung beraksi saat sensor mendeteksi putaran ban belakang tidak sesuai dengan kondisi pengendaraan. Dalam hitungan sepersekian milidetik, sensor tersebut langsung mengomandoi komputer untuk mengurangi output mesin dengan halus. Wah, membuat degup jantung jadi normal nih.. But it was fun!

KTM-1290-Super-Duke-R-6

Setelah mencoba menunggangi the Beast, kini saya baru paham kenapa Simon mengandalkan KTM 1290 Super Duke R sebagai motor harian menembus belantara ibukota. “Motor ini hanya sedikit lebih lebar dibanding Yamaha Mio. Jadi masih bisa dipacu di antara kaca spion mobil di saat macet. Sayangnya, di Jakarta ini saya tidak bisa mengeksplorasi habis-habisan performanya. So, terpaksa saya pakai setiap hari dari rumah ke kantor,” tutup Simon. So long beast… Miss you already…