KYAI PRAKOSO

Mendengar kata relief, seketika pikiran pasti terbang ke bentangan dinding candi Prambanan atau Borobudur di Jawa Tengah. Pasalnya, secara harafiah, relief sendiri merupakan salah satu aliran seni pahat, yang diukir secara 3-dimensi di atas batu. Dan bentuk ukiran tersebut biasa dijumpai pada bangunan candi, kuil monument dan tempat-tempat kuno atau bersejarah lainnya.

Namun, doktrin itu seketika luntur, saat tangan-tangan terampil dari para insinyur Retro Classic Cycles, Yogyakarta, berhasil mengukir kekayaan dan keagungan nilai luhur kebudayaan Indonesia, terutama budaya Jawa di atas sebuah motor Harley-Davidson Sportster 1.200cc tahun 2007. Dan menariknya, torehan konsep relief yang berakar pada Back to Own Culture, telah sukses mengundang decak kagum tersendiri bagi para modifikator dunia saat ajang Cool Breaker, di Yokohama, empat tahun silam.

IMG_5503

Citra dari tema Back to Own Culture yang tertuang di motor bernama Kyai Perkoso ini ternyata mengilhami sejumlah ukiran di kendaraan tersebut. Jadi ya wajar saja jika balutan ornament yang melekat di motor tersebut bernuansa Jawa yang sangat kental. Seperti komposisi kerajinan dan kesenian khas Yogyakarta yaitu batik Jawa, kerajinan seni ukir dan kriya logam, yang dipadukan dengan spare-part yang sengaja dibuat dari logam kuningan, terlihat sangat jelas dalam corak dan warna cat/painting  dalam motor tersebut.

Dan menariknya, beberapa ornamen tersebut diambil dari motif batik Jawa yg terkenal seperti motif Jlamprang di bagian tengah tangki , motif batik Truntum dan motif Kawung.  Pada sisi luar tangki sengaja dibuat emblem dari material plat kuningan tebal  yang dibubuhi ukiran batik motif Parang Rusak dengan cara engraving untuk memperkuat aksen dan reprentasi nilai-nilai luhur budaya Jawa.

IMG_5513

Saat beranjak ke buritan, tepatnya di bagian spakbor belakang, motif yang diberikan bakal menarik Anda untuk mengagumi kecantikan dari hiasan rambut, ala putri-putri bangsawan Kraton.

Selain ”membatik” motor tersebut, Hal lain yang tak kalah rumitnya adalah mengukir bagian mesin. Mesin Harley-Davidson Sportster 1200cc tersebut dibongkar kemudian diukir layaknya relief candi prambahan, detail pahatan batu batuan candi yang kadang asimetris-pun juga sangat jelas terlihat. Kalau dilihat sepintas persis batuan candi.

oil bag from right side with lotus cap_resize

Salah satu contohnya pada frame motor, Lulut sengaja membubuhkan hiasan paint strip yang motifnya disadur dari salah satu motif roda kereta kencana Kraton Yogyakarta. Eits…komponen jantung pacu bajanya juga tak ketinggalan tersentuh dengan nuansa Jawa lho. Dan untuk mesin 1.200cc ini, para builder sengaja mengkreasikannya dengan seni ukir atau kriya logam, yang merepresentasikan batu relief kuno/artefak Candi Prambanan yang dipadukan dengan kreasi khas Retro Classic Cycles.

Tutup silinder head yang biasanya berwarna chrome menyilaukan, juga telah diukir dengan ornament khas candi Prambanan, namun di mixed up dengan kustom flame ala Retro Classic Cycles. Dan uniknya, di sisi-sisi ukiran tersebut sengaja dibikin aksen bergerigi gerigi, atau dibuat tak rata, bak cadasnya bebatu-an di Candi Prambanan. Hm.. motor yang cukup sopan dan berbudaya’kan?.

Detail handlebar_resize

So, jangan heran bila Anda tak lagi menjumpai tulisan Harley-Davidson Motor Company, khas Milwaukee, Wisconsin, Amerika itu pada ignition cover motor ini. Pasalnya, para builder memang sengaja mengganti cover tersebut dengan ukiran aksara jawa bertuliskan Kyai Perkoso, sebuah nama pemberian dari Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Oh ya, jangan pernah bingung mencari sistem pedal transmisi, yang biasa Anda pijak ya… Karena konsep design tuas pemindah gigi transmisi dari kendaraan ini juga sudah diubah total dengan sistem Jockey Shift atau menggunakan tangan layaknya motor Harley-Davidson lama atau kuno.

Detail gas tank painting_resize

Detail motif Kalamakara, sosok raksasa bertaring, bermata lebar, berambut gimbal, yang biasanya di tempatkan di area suci seperti di candi Prambanan, guna penolak bala, tampak terurai gagah di lembaran air cleaner cover –nya. Dan ternyata ornament Kalamakara ini juga terukir manis diatas jok kulit. Artistik khas Indonesia.

Penutup tangki motif teratai yang tersemat berpadu serasi dengan desain setang berjuluk Sungu Kebo alias Tanduk Kerbau. Menurut sang builder, ide tanduk tersebut diambil dari Kerbau Jawa.