2015-lamborghini-huracan-lp610-4-16-1

Adu tenaga supercar, ala film seri Fast and Furious memang membawa banyak pengaruh, baik negatif maupun positif. Bagi sebagian car enthusiast, ragam mobil bertenaga masif tersebut, hanya dijadikan mainan semata. Ya, sebagai koleksi dan dibesut tiap weekend di sirkuit. Atau, mereka memang membelinya sebagai ikon status sosial saja.

Nah… bicara tentang pengakuan sosial, banyak orang yang akhirnya menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang mereka impikan. Salah satu-nya adalah membeli supercar tanpa dilengkapi surat-surat resmi. Tujuannya untuk menghindari pajak sekaligus memangkas banderol.

Baru-baru ini tersiar kabar, bahwa pihak kepolisian telah mengamankan dua unit Lamborghini, bernomor polisi palsu tanpa surat-surat resmi saat menggelar razia balap liar di kawasan SCBD Sudirman. Dan cukup mengagetkan, ketika kami mengetahui, bahwa salah satu dari kedua ‘banteng’ eksotis itu dibeli langsung dari PT Artha Auto, Agen Pemegang Merk (APM) resmi Automobili Lamborghini. Nah, lantas kenapa Lamborghini putih tersebut bisa di cap ‘bodong’, padahal mereka langsung membeli di diler resminya di Jakarta?

“ Ada salah satu Lamborghini tersebut yang memang dibeli dari kami. Dan sebenarnya kendaraan itu bukan tanpa surat. Melainkan, surat-surat resminya belum turun dan kami memang sedang mengurus semuanya. Ya, seperti biasalah, kami kan juga butuh waktu sekitar sebulan untuk memberikan surat-surat resminya kepada pelanggan,” ungkap Johnson Yaptonaga, Chief Executive Officer, PT Artha Auto, Lamborghini Indonesia, di sela-sela acara peluncuran seri Huracan, di Jakarta, hari ini (04/09).

Karena kasus ini tertuju ke salah satu konsumennya, pihak Lamborghini Jakarta akhirnya turun tangan dengan segera menyelesaikan semua surat-surat yang dibutuhka. Mereka juga menghimbau agar konsumennya mau bersabar dan tidak membesut supercar ini di jalan umum tanpa nomor polisi resmi.

“Ya, kami sangat mendukung pihak kepolisian untuk mendisiplinkan dan menindak tegas para pengendara yang tak memiliki STNK, BPKB juga Nopol resmi.  Dan kami sangat harapkan, supaya para pelanggan kami bisa terlebih dahulu mengurus surat-surat sebelum kendaraan tersebut berada di jalan raya. Selain itu, kami juga berharap agar owner Lamborghini tak melakukan aksi ekstrim di jalan umum,” tutup Johnson.