Diantara ratusan motor partisipan acara Ride on United yang berlangsung pertengahan Desember 2015 silam, terselip jajaran skuter ikonis milik para anggota Lambretta Club Indonesia (LCI). Sebuah komunitas roda dua yang mewadahi sekitar lima puluh orang pemilik Lambretta.

“Anggota itu paling banyak berada di Jakarta dan Bandung,” kata Angga Pradana, salah satu anggota LCI.

Dirinya menambahkan, kebanyakan anggota LCI mengawali kegemarannya terhadap Lambretta dari Vespa. “Yang tadinya punya Vespa banyak yang ingin mencoba Lambretta. Dan respon kita-kita : Ayo, cobain saja,” jelasnya kepada TheGaspol.

Lambretta-Club-Indonesia-1

Layaknya komunitas hobi lainnya, LCI sangat membuka diri bagi siapa saja yang ingin mengenal Lambretta lebih dekat. Karena dengan bekal wawasan serta jaringan yang luas, diharapkan tidak ada lagi keraguan bagi mereka yang ingin mengoleksi Lambretta.

Komunitas ini pun memberi sedikit kilasan mengenai skuter yang mulai diproduksi tahun 1947 tersebut. Berbeda dengan Vespa yang dibangun menggunakan konstruksi monokok, sebagian besar Lambretta terdiri dari main frame dan beberapa bagian bodi lainnya.

Bagian front end-nya pun menggunakan suspensi ganda. Sehingga menjadikan Lambretta lebih nyaman dikendarai. Keseimbangan makin terjaga dengan posisi mesin yang berada di tengah.

Lambretta-Club-Indonesia-1

Untuk tipe yang paling banyak dimiliki oleh anggota LCI, adalah Lambretta DL atau GP. Sedangkan, Lambretta sendiri tediri dari dua jenis, yakni small frame dan big frame.

Tipe small frame diisi oleh varian seri-J yang bermesin 50 – 125 cc. Bagi yang ingin mulai mengoleksi, Lambretta tipe ini ditaksir beredar di pasaran dengan harga terendah sekitar Rp 10 jutaan. Sedangkan, tipe big frame seperti LI, DL, GP dan SX yang menggunakan mesin 200 cc punya banderol lebih gila, menembus Rp50 jutaan. Namun tentunya semua itu tergandung kondisi.