Freakin gorgeous! Hal itu yang terlintas di benak saya saat melihat Lambretta Special X150 produksi tahun 1966 ini. Betapa tidak, tipe yang saat diluncurkan mengangkat slogan SX Appeal ini merupakan salah satu tipe yang populasinya terbilang langka di Indonesia. Melihatnya secara langsung dalam kondisi perfectly restored dengan detil yang luar biasa tentu saja membuat saya terkesima. Apalagi saat ditawari untuk mencoba mengendarainya, tentu sebuah tawaran yang menjadi dosa besar apabila saya tolak.

Lambretta-SX-d

Tampilan cantik skuter kreasi Ferdinando Innocenti ini diperoleh dari hasil restorasi total yang memakan waktu sekitar 1,5 tahun. Lama? Wajar saja. Selain langkanya spare part, tentu saja agar hasilnya lebih detail. Hingga akhirnya Imperial Lambretta, Bandung dipercaya sebagai tempat untuk mengerjakan proses restorasi.

Lambretta-SX-l

 

“Saya ingin punya Lambretta yang tidak hanya asyik dilihat, tapi juga enak dikendarai,” ujar Jacky Suharto, sang pemilik. Alhasil, hampir seluruh bagian skuter tak ada yang luput dari proses restorasi dan peremajaan, mulai dari body, bagian mesin dan kaki (suspensi), hingga ke bagian detil seperti baut. Di sektor body, kombinasi gold dan tosca dipilih karena keduanya merupakan warna favorit Jacky.

Lambretta-SX-k

Di bagian mesin, hampir semua bagian vital diganti baru. “Saya ingin Lambretta ini reliable untuk saya gunakan sewaktu-waktu. Itu sebabnya saya cukup total dalam penggantian parts mesin, “ ucap Jacky. “Karena saat proses restorasi, sekitar tahun 2013, ketersediaan suku cadang Lambretta di Indonesia tidak terlalu banyak, maka sebagian besar parts saya pesan secara online di Allstyles Scooter, “ tambah pria yang berprofesi sebagai fotografer profesional ini.

Lambretta-SX-c

 

Belanja online juga dilakukan untuk pembelian aksesoris berkelas yang terpasang di skuter ini. “Nah, salah satu kendala saat proses restorasi justru di waktu shipping barang. Kadang ada barang yang tidak sampai. Kondisi tersebut lumayan bikin pusing kepala,” ungkap Jacky.

Lambretta-SX-h

Namun penantian dan suka duka dalam menjalani proses restorasi terbayar lunas dengan hasil yang dicapai. “Saya puas dengan hasil restorasi Lambretta SX150 ini. Jujur saja, setelah beberapa kali merestorasi skuter, Lambretta SX150 ini adalah skuter pertama yang sukses saya restore secara total,” tutup Jacky.

Lambretta-SX-o

Lalu bagaimana rasanya mengendarai si cantik ini? Jawabannya adalah nikmat tiada tara dan sepadan dengan tampilannya. Putar kunci kontak, buka choke dan…voila! Satu kali kick start mesin langsung meraung. Tarik tuas kopling lalu masukkan gigi satu, putar gas dan lepas kopling perlahan, si cantik pun meluncur stabil.

Lambretta-SX-g

 

Salah satu kelebihan Lambretta adalah karena konstruksi body menggunakan rangka dan posisi mesin berada di tengah (tepat di bawah jok), maka bobot keseluruhan skuter dapat terdistribusi dengan baik. Masuk gigi dua dan seterusnya makin terasa betapa stabilnya skuter satu ini. Getaran memang terasa, tapi masih sangat bisa ditolerir.

Lambretta-SX-

Mengendarai Lambretta SX150 fully restored, lengkap dengan parka dan Dr.Martens, sekaligus menikmati rindangnya pepohonan di bilangan Kemang, Jakarta Selatan ditingkahi dengan terpaan angin sore sanggup membuai angan. Apalagi sambil membayangkan tokoh Jimmy dalam film Quadrophenia. Otomatis membuat bibir tersenyum sembari bersenandung menyanyikan tembang My Generation dari The Who. “I’m not trying to cause a big sensation/ I’m just talkin’ ’bout my generation//.

Lammy_Teaser

Simak juga video Lambretta SX 150 – Gives You SX Appeal dengan klik link berikut ini: qubicle.id/dreamrides/lambretta-sx150