Land Rover Discovery Sport 2.0 HSE : Senjata Pembelah Hutan Beton

Land Rover memang telah menjadi merek yang melegenda di dunia. Kemampuan dan kekuatannya menjelajah medan jalan jelek tak perlu diragukan. Predikat mobil segala medan yang disandangnya, membuat kiprah Land Rover teramat sukses di jalur militer, kompetisi offroad bahkan industri pekerja keras macam perkebunan dan pertambangan di dunia.

Terlahir dari mobil produksi massal selepas era Perang Dunia kedua di Solihull, Inggris, Land Rover terus mengembangkan mobil-mobilnya sehingga menjadi sebuah kendaraan multiguna yang menawarkan banyak kapabilitas. Zaman pun berkembang, sesuai persaingan pasar Land Rover harus membuat sebuah kendaraan dengan kemampuan bergerilya serupa namun harus lebih prestisius.

Medio 1989, Land Rover memutuskan untuk melansir sebuah varian baru mobil berkapabilitas ganda, namun punya impresi seperti mengendarai sebuah sedan. Dengan menggunakan identitas Land Rover Discovery, saat itu fasilitas produksi Land Rover di Inggris punya sejarah baru membuat mobil yang belakangan ini kita kenal sebagai sebuah model Sport Utility Vehicle kelas menengah atau midsize SUV.

Era baru jip terasa sedan telah dimulai, di masa itu konsumen punya keinginan lebih terhadap sebuah mobil yang dibelinya, yakni ketangguhan, kenyamanan dan kemewahan. Land Rover pun kian berevolusi hingga kini dan makin punya banyak varian.

Inilah salah satunya, Land Rover Discovery Sport 2.0 HSE lansiran 2018. Ini adalah versi kecil dari sebuah Land Rover Discovery yang pertama kali lahir tahun 2014, tapi punya kemampuan yang mirip-mirip.

Satu hal yang paling menempel dari seluruh model Land Rover adalah posisi duduk di dalam kabinnya. Gaya khas aristokrat masih dipertahankan oleh pabrikan untuk memberikan kebebasan visibilitas baik untuk pengemudi dan para penumpangnya. Posisi duduknya cukup tinggi dengan ketinggian bagian atas door trim sebatas lengan, dengan begini sesuai keinginan kaum kerajaan di Inggris Raya sana, seisi mobil dengan mudah dapat melihat keluar sambil melempar senyum ke masyarakat.

Duduk di dalam kabin Land Rover Discovery Sport ini cukup menyenangkan, posisi terbaik mudah didapat dengan memainkan tuas elektrik di sisi samping bangku pengemudi dan penumpang. Saat sudah menemukan posisi duduk ideal, lingkar kemudi dapat mudah diraih berkat fitur tilt dan teleskopik pada konsol setir. Pun demikian dengan kenop selektor transmisi beserta tombol-tombol di cluster tengah dan bawah dapat dengan mudah di akses.

Land Rover memang tak main-main untuk urusan kemewahan. Bahan pembungkus interior dipilih menggunakan bahan lapisan kulit terbaik yang memberikan kenyamanan bagi para penumpangnya. Makin tambah terasa nyaman berkat fitur lumbar support yang tersedia untuk bangku pengemudi, sehingga aktivitas mengemudi jadi tak terasa lelah.

Mobil ini terlahir dengan konfigurasi duduk tiga baris. Namun yang amat disayangkan, pengadaan bangku di baris ketiga seperti dipaksakan. Pasalnya ruang kaki dan kepala yang diberikan amatlah sempit, sehingga selayaknya hanya dapat diduduki oleh anak kecil dengan postur tinggi tubuh maksimal 150 cm. Apalagi saat posisi bangku baris ketiga terbuka, otomatis Anda bakal kehilangan ruang penyimpanan barang di bagasi.

Dengan sumber tenaga bensin 2.0 liter turbocharger bertenaga hampir 200 dk dan torsi 320 Nm, mesin yang dikenal dengan sebutan Ingenium ini mampu memberikan nilai yang cukup ekonomis soal konsumsi bahan bakar. Di dalam kota dengan kecepatan rata-rata mencapai 22 km/jam, Land Rover Discovery Sport menghabiskan 9,9 km/liter bensin beroktan 98. Sementara untuk cruising di jalan bebas hambatan dengan kecepatan konstan 90 km/jam, mobil ini membutuhkan 17,8 km/liter.

Angka penggunaan bahan bakar tersebut diuji dengan mode berkendara Eco, jadi wajar saja bila angka hasil pengujian konsumsi bahan bakarnya terbilang impresif. Namun harus diakui, saat berkendara menggunakan Eco Mode, pengemudi dituntut memiliki kesabaran lebih karena injakan pedal gas terasa tidak responsif.

Berbeda saat selektor mode berkendara pindah ke Sport Mode, injakan pedal gas terasa begitu merespon cepat dengan perpindahan gigi transmisi di angka 2.000 rpm. Dengan transmisi otomatik 9-percepatan, kecepatan tinggi pun dapat mudah diraih tanpa perlu membuat mesin menjerit.

Kendati demikian, meski terasa nyaman di jalanan aspal, Land Rover Discovery Sport ini juga tak kalah jago bila terpaksa melewati jalur offroad ringan. Sebagai sebuah keluarga Land Rover,  SUV ini juga punya empat Terrain Mode yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan jalanan.

Untuk di negara empat musim, fitur Terrain Mode ini tentu akan banyak membantu pengemudi dalam berkendara. Misalnya saat turun salju atau untuk penggunaan di jalan pedesaan lintas kota saat musim penghujan.

Berbeda untuk di Indonesia, rasanya jarang ada yang rela bila SUV seharga Rp 1,499 miliar (off the road) ini diceburkan ke medan jalan rusak. Umumnya penggunaan mobil ini hanya sebagai senjata pembelah hutan beton perkotaan dengan sesekali penggunan untuk keluar kota.

Dari pengetesan yang kami lakukan, bisa disimpulkan bahwa mobil ini bagaikan punya tiga kepribadian dalam kemasan sebuah Land Rover Discovery Sport. Mobil ini bisa memberikan kenyamanan dan kemewahan sesuai harga yang dibayar, taktis dan gesit apabila diajak melintasi jalur offroad ringan dan seketika bisa menjadi senjata yang bengis untuk di medan aspal.