Klub motor berpengaruh, Bikers Brotherhood Motorcycle Club (BBMC) Indonesia, melelang delapan edisi buku “Inside Loooking Out – Outside Looking In” karya Chef Haryo Pramoe dan Dwi Aryo pada Sabtu (19/12) silam di Jakarta. Buku yang dicetak secara terbatas itu mengulas segi-segi persaudaraan internal klub.

“Buku ini dibuat untuk memaknai arti persaudaraan sesungguhnya dari BBMC dengan tetap mengedepankan pilar-pilar kebanggaan sebagai warga negara Indonesia dan menolak segala bentuk neokolonialisme yang sudah masuk ke sendi-sendi kehidupan masyarakat,” jelas Budi Dalton, El Presidente Bikers Brotherhood MC Indonesia.

Semenjak berdiri 13 Juni 1988, BBMC memang tumbuh sebagai klub yang mengutamakan solidaritas antar anggota. “Persaudaraan yang benar-benar pada kesadaran bahwa kita sama-sama menghirup udara yang sama dan menginjakan kaki di bumi pertiwi, Indonesia. Karena benteng pertahanan terakhir negara kita adalah persaudaraan,” jelas Budi.

Dari pelelangan delapan edisi buku “Inside Loooking Out – Outside Looking In”, terkumpul dana Rp 570 juta yang akan digunakan untuk mendanai program Brotherhood for Indonesia.

Program itu sendiri terdiri dari lima pilar, yakni  Brotherhood Care (sosial), Brotherhood for Education (pendidikan), Brotherhood for Nature (lingkungan), Brotherhood for Indonesian Culture (budaya), Brotherhood Incorporated (pemberdayaan industri kreatif), dan Brotherhood for Indonesia Conducive yang  bertujuan mewujudkan cita-cita 100th Bikers Brotherhood MC for Indonesia Raya ‘Bhakti Untuk Negeri’.

Lelang buku edisi “Founding Father – SS Diponegoro” dimenangkan oleh Pare/Suherli, “Sacred Number – 88” oleh Dedi Gohunt, “The BBMC Code – 22” oleh Abi. H, “The BFFB – 2662” oleh Djonie Rahmat, dan “The Support 22 for Indonesia” oleh Eddy Kuntadi”.

Sementara, edisi “Sacred Number -13”, “The One Brotherhood Diamond”, serta “EL Presidente of BBMC” diborong oleh Samuel.