“Simplicity is the ultimate Sophistication”
Pernah mendengar penyataan tersebut? Ya, kalimat terkenal tentang arti sebuah kesederhanaan itu dikeluarkan dari buah pikiran seorang pria Italia serba bisa, Leonardo Da Vinci. Pria kelahiran 15 April 1452 ini dikenal sebagai orang yang sangat pintar, tidak mengherankan bila dia memiliki gelar lebih panjang daripada namanya sendiri. Cukup sebut saja dia seorang polimatik yang sanggup menajdi pematung, pelukis, penulis, arsitek, musisi, ahli matematika, teknisi, penemu, pengkaji tumbuh-tumbuhan dan bahkan ahli geologi. Kalau boleh diberi satu saja julukan, mungkin dia pantas dimasukan ke daftar orang-orang terhebat sepanjang masa yang pernah hidup di dunia.

Buktinya cukup gamblang. Meski masa hidupnya sudah hampir 500 tahun silam, namun buah pikirannya seakan-akan tidak pernah mati. Seolah-olah dia sanggup memikirkan apa yang tengah kita gumulkan dan masalahkan di masa-masa seperti ini. Sekarang sebut saja isu mobil otonom yang tengah hangat digulirkan saat ini.

Terbukti kala tim peneliti yang dipimpin oleh Paolo Galluzi, direktur dari Institute and Museum of the History of Science in Florence, Italia menemukan sebuah hal yang menarik di berkas-berkas sketsa kuno Da Vinci. Terdapat sebuah seketsa mesin yang unik namun tidak terlalu asing yang lantas dijadikannya sebuah proyek bersama institusinya dalam sebuah skala asli.

Memakan waktu hampir empat bulan lamanya, sketsa tersebut akhirnya berbentuk sebuah mobil mini empat roda yang melengkung, layaknya sebuah city car namun tanpa jok. Di dalamnya ada mekanisme sederhana melibatkan per, as roda, dan silinder yang sanggup menggerakan roda belakang secara otonom.

Ya, terbukti sekali lagi pikiran Da Vinci telah maju beratus-ratus tahun ke depan. Paolo Galluzi dan tim akhirnya sanggup menyelesaikan proyeknya hingga berbentuk sebuah mobil yang memiliki tinggi 1.68 meter dan lebar 1.49 meter. Saat rem dilepaskan, mekanisme dalam mesin tersebut bekerja dan sanggup berjalan hingga 40 meter jauhnya!

Tampaknya daya pikir Da Vinci sudah sampai ke masa dimana orang membutuhkan kendaraaan roda empat dengan mekanisme sempurna, bahkan bertahun-tahun jauh sebelum Henry Ford meluncurkan Model T di tahun 1908.