Google Inc. pernah melakukan uji coba self-driving car miliknya di lahan milik NASA. Lokasi tersebut dipilih karena mobil purna rupa itu memang belum memenuhi syarat untuk melaju di jalan raya. Contohnya saja, mobil itu bahkan belum dilengkapi setir sebagai syarat utama sebuah mobil. Lalu bagaimana dengan produsen mobil sungguhan seperti Audi atau Mercedes-Benz?

Yang dibutuhkan kedua produsen mobil itu adalah lokasi semirip mungkin dengan kondisi perkotaan. Dan harus tertutup megingat bahaya yang mungkin terjadi jika self-driving car mengalami error. Dipilihlah Concord Naval Weapons Station, sebuah pangkalan militer sekutu semasa Perang Dunia ke-2 yang berada di bawah teritori pemerintah California.

Lanskapnya terdiri dari gundukan-gundukan bungker yang telah diselimuti rumput. Namun terdapat jalanan aspal dengan permukaan beragam. Sebagian masih bagus, sisanya mewakili kondisi jalan tak terawat. Terdapat banyak persimpangan yang bisa disimulasikan sebagai lampu merah. Lengkap dengan trotoar dan marka-markanya.

Menurut situs Autonews, kebanyakan hasil tes yang dilakukan produsen menunjukkan hasil bahwa self-driving car masih mengalami masalah saat harus mengenali marka-marka jalan yang sudah pudar. Dan juga keterbatasan kemampuan prosesor untuk melakukan self-parking.

Menurut sumber yang sama pula, Mercedes-Benz dikabarkan berencana melakukan uji coba kembali di Concord pada Oktober tahun ini. Sementara departemen riset dan penelitian Honda Motor Co. terlihat melakukan pengujian pada Selasa (31/3), kemarin.

Di Amerika sendiri sudah ada dua kampus yang membangun fasilitas serupa. Siap digunakan oleh produsen, tentunya dengan perjanjian yang saling menguntungkan. Diantaranya Mobility Transformation Center seluas 32-acre milik University of Michigan, serta milik Texas A&M University. Citiyscape semacam ini juga menjamur di kampus-kampus Eropa dan Jepang.