LUC Jakarta c

Well, show me the way
To the next whisky bar
Oh, don’t ask why
Oh, don’t ask why

Show me the way
To the next whisky bar
Oh, don’t ask why
Oh, don’t ask why

LUC Jakarta a

Stagnansi jalan di ibukota sore itu yang hadir sambil ditingkahi dengan rintik hujan membuat empat lagu pertama The Doors dari album bertajuk serupa yang keluar dari pengeras suara nyaris tidak terdengar syahdu.  Untungnya, saat melewati persimpangan jalan di kawasan selatan Jakarta, lantunan parau Jim Morisson lewat tembang Albama Song sontak menyadarkan saya bahwa tubuh ini mulai lelah tersandera di dalam kabin mobil. Terpengaruh dengan lirik lagu dimaksud, saya langsung memutuskan untuk berlabuh di sebuah gerai mungil yang berlokasi di jalan Wolter Monginsidi no.33, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

LUC Jakarta

“Ah, sepertinya seru juga membunuh waktu sembari menunggu macet mencair di sini,” gumam saya. Dan benar! Tatanan interior classic industrial yang langsung menyeruak saat pintu dibuka oleh sepasang pelayan ramah, segera membuat saya betah berlama-lama di dalamnya. Padanan antara merahnya batu bata mentah di tembok yang dijadikan ornamen utama di gerai bernama LUC ini dengan sembulan batang besi ala konsep industrial saya rasa sangat unik. Apalagi untuk sebuah tempat yang menganut paham whiskey bar and grill. Tidak seperti bar-bar penikmat whiskey yang ada dalam bayangan saya yang serba kayu dengan gentong kayu oak bertebaran layaknya dalam film-film cowboy.

LUC Jakarta g

Hmm.. Sepertinya memesan satu gelas Yamazaki sebagai minuman pembuka bisa menjadi teman yang cocok untuk meredam hawa dingin yang mulai menusuk. Voila! Segelas single malt whiskey berusia 12 tahun yang diproduksi Suntory di negeri sakura ini pun hadir di atas meja. Sejenak harmoni aroma buah-buahan dengan madu menggelitik indra penciuman. Well, rasanya yang lembut membuat whiskey peraih gold medal selama satu dekade di International Spirits Challenge ini tandas tanpa disadari. Namun, sebelum dimulai sesi selanjutnya mungkin sebaiknya saya juga mencoba penganan andalan dari LUC ketimbang perut berteriak lantaran didorong alkohol.

IMG_7512_resize f

“Yang menjadi favorit di sini adalah semua makanan yang diolah dengan cara di-grill, salah satu diantaranya adalah steak,” jelas Stefan W Sunanja, si pemilik LUC Bar & Grill. “Karena daging yang kita gunakan di sini adalah jenis wagyu, jadi konsumen bisa lebih puas menikmatinya,” tambah penggiat olahraga sepeda gunung ini. Ingin membuktikan perkataan Stefan, saya segera memesan seporsi sirloin steak dengan side dish sauté spinach. Oh ya, di sini Anda bisa memesan steak dengan opsi porsi Perfect untuk 1 orang, Fit untuk dua orang, Comfy untuk 3 orang atau daging wagyu seberat 600 gram berjuluk Superb yang bisa dilahap oleh 4 orang sekaligus. Sementara pilihan side dish-nya mulai dari Grilled Vegetable, Saute Mushroom with Garlic, Asparagus Hollandaise, beragam olahan Potato atau bahkan Steamed Rice.

LUC Jakarta e

Dan ini yang saya tunggu, sepotong sirloin wagyu steak polos tidak dirusak oleh taburan saus apapun mulai menghiasi meja. Pasalnya, saya lebih memilih untuk menikmati steak dengan tingkat kematangan medium rare yang berasa dari daging terbaik sambil berteman juice yang berasal dari dalam daging tersebut, bukan dari siraman saus.

LUC Jakarta h

“Kita juga ingin mengedukasi pelanggan caranya menikmati steak. Ya salah satunya lewat cara pengolahan dan penyajiannya. Daging hanya di-marinated dengan garam dan lada saja, kemudian dimasak dengan langkah yang tepat dengan memiliki tingkat kematangan medium rare, bukan welldone. Tujuannya adalah agar mereka bisa tahu kualitas terbaik dari daging yang kami sajikan,” ungkap Stefan.

LUC Jakarta d

Ya, apa yang disarankan oleh si pemilik gerai yang buka mulai pukul 10 pagi hingga 12 malam (weekday) dan 1 pagi di akhir minggu ini memang terbukti. Lembutnya irisan daging nyaris membuat saya tidak perlu bersusah payah mengunyahnya. Namun saya tetap paksakan mulut bekerja sedikit lebih keras agar juice dari daging mengalir lembut ke indra perasa. Bagian luar daging wagyu yang berwarna kecoklatan tampak cantik berpadu dengan kelir merah gelap di sebelah dalamya. Pertanda tingkat kematangannya sempurna, sesuai dengan yang saya inginkan.

IMG_7512_resize i

Bagi Anda yang merupakan penikmat whiskey pemula (seperti saya), jangan sungkan untuk datang ke LUC Bar & Grill dan langsung meneguk beragam whiskey yang tersedia di sini. Anda bisa bertanya terlebih dahulu kepada waiters ramah whiskey jenis apa yang sebaiknya dicoba pertama kali. Pasalnya, di sini tersedia belasan bahkan puluhan merk whiskey. Mulai dari Ballantine’s, Chivas Regal, Johnnie Walker, Jack Daniel’s, Canadian Whiskey seperti Crown Royal dan Canadian Club, Jameson mewakili Irish Whiskey atau bahkan Nikka dan tentunya Yamazaki dari Japanese Whiskey.  Sedangkan untuk yang enggan merasakan wishkey, bisa memesan aneka cognac, brandy, rum, tequila, gin, cocktail, kopi atau bahkan cocktail yang tersedia.

LUC Bar & Grill
Jl. Wolter Monginsidi No. 33 Kebayoran Baru – Jakarta Selatan
021-7206370/021-7206366
www.lucjakarta.com