Kembali hadir di ajang Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) Round 2 2019, Muhammad Harris langsung terjun di dua kelas yang di cap ‘neraka’ oleh para pembalap, yakni JSTC 1B (Japan Super Touring Championship) dan STCR 2 (Super Touring Car Racing). Namun dewi fortuna belum berpihak pada Harris.

Kualifikasi pada Sabtu, (6/7) di Sirkuit Sentul memang membuahkan hasil yang memuaskan. Di kelas JSTC 1B, Harris bersama Honda Civic Ferio besutannya berhasil menempati posisi start ke 3 untuk keeseokan harinya. Sementara di kelas STCR 2, ia berada di posisi ke 4.

Saat balap JSTC 1B dimulai pukul 08:55, Minggu (7/7) Harris yang berada dibawah bendera tim MHRT Supernova ORD mengawalinya dengan gemilang. Kompetensinya diuji saat masuk tikungan pertama atau R1 di Sirkuit Sentul, ia berhasil melewatinya dengan mulus mesti harus bersaing di tikungan dengan pembalap lain.

Balapan berjalan sebanyak 10 putaran. Putaran demi putaran ia lahap untuk mencapai posisi terdepan melawan besutan-besutan balap buatan Jepang lain yang tak kalah kencang. Sayang, kendala relay pompa bensin yang tiba-tiba malfungsi setelah tujuh lap, membuatnya terpaksa menepi.

Di balapan kedua kelas STCR 2, lawan mainnya bisa dibilang lebih sadis. Berbagai besutan balap dari berbagai merek ada disini. Kompetisi berlangsung sengit dengan rival-rival dikelasnya. Namun lagi-lagi, kesialan menimpa Harris. Blok mesin Honda F20B DOHC VTEC yang digunakannya, tak lagi mampu menahan kerasnya kompetisi  sehingga komponen setang piston dan metal menembus keluar.

Harris pun dalam sebuah perbincangan bertekad untuk kembali bertarung di seri 3 pada awal Agustus nanti setelah melakukan penggantian pada komponen dapur pacunya di markas MHRT Supernova ORD.

Ini memang bukan debut perdananya di ajang ISSOM. Tahun lalu ia sudah ikut serta di kelas yang sama dalam beberapa seri, namun terkendala pekerjaan dan dinas luar kota yang jadwalnya kerap bersamaan, maka Harris tidak dapat mengikuti seri balap ISSOM 2018 secara keseluruhan.

Tahun ini, MHRT Supernova ORD mendapat sokongan penuh dari berbagai praktisi bidang di tanah air. Seperti Bumi Laut Group, HIPMI DKI Jakarta, Rumah Makan Marannu Kelapa Gading, Ardena Food dan  Publichood Coffee.

Balap memang bukan hanya soal menang atau kalah di lintasan dengan peserta lain. Untuk mencapai hasil terbaik, tentu ada proses yang harus dilalui serta pengaturan strategi yang matang. Tetap semangat demi hasil yang diharapkan.