Angin segar masih belum berhembus ke tim Honda. Juara dunia tahun lalu, Marc Marquez harus terdampar keras di musim ini dengan membiarkan jarak poin semakin jauh dengan pemimpin klasemen Vaentino Rossi.
Marquez, yang pada MotoGP terakhir di Mugello, Italia harus mengalami poin nol, kini terpaut 49 poin dari Rossi, membuat pekerjaan rumah di kubu Honda semakin berat. Ini adalah kali keduanya dia mencetak non-score di Italia, setelah pada tahun lalu turut menorehkan hal serupa. Insiden terjatuhmya Marquez ditengarai karena kesalahan di segi pengendalian.
“Saya merasa akar masalahnya ada di mesin. Saat di tikungan, mesinnya mengunci terlalu auh di belakang,” jelasnya. Memang dalam video rekaman kala Marquez terjatuh, dia tampak kesulitan dalam mengendalikan ban belakang. Kendali atas cengraman ban selalu menjadi maslaah yang dihadapinya.
“Saya selalu membalap hanya dengan menggunakan ban depan,” bebernya.
Sayangnya, bagi Yamaha dan Honda diharamkan untuk melakukan modifikasi mesin selama balapan. Regulasi tersebut dinilai menyebalkan karena harapan Marquez Cuma ada di elektronik dan perbaikan sasis. Hal ini dirasa cukup membantu untuk menenangkan mesin kala berada di tikungan akhir Mugello kemarin.
“Bila kita tidak boleh mengganti mesin berarti kita harus berkonsenterasi pada sasis untuk sedikit mengobati masalah ini,” jelas pria Spanyol ini.
Untungnya jelang MotoGP Catalunya ini di Barcelona, Marquez masih memiliki harapan. “Minggu ini kita akan ke Catalunya yang merupakan kampung halaman. Masih banyak pekerjaan untuk menyiapkan motor. saya pernah memiliki catatan baik di sini dan menang jadi harapan akan hal yang sama terjadi di hadapan semua fans,” tutup Marquez.