Perang di segmen SUV semakin gencar dengan masuknya merek-merek premium ke dalam pasar gembur ini. Terlebih dari atas dibukanya segmen baru berupa SUV kompak yang ternyata begitu diminati di beberapa belahan dunia. Namun menanggapi tren tersebut Maserati menampik keras akan potensi mereka bermain di pasar tersebut.

“Kita bermain dalam sebuah grup besar dengan berbagai macam merek (Fiat Chrysler Automobiles) dan bila melakukan semua hal secara sendiri itu bukanlah hal yang baik untuk dilakukan,” jelas CEO Maserati Harald Wester, seperti dikutip dari Autocar.uk. “Kami memiliki sebuah plat nama yang sudah menutup kebutuhan yang ada di pasaran.”

Terlihat memang pernyataan Wester bukanlah sekedar omong kosong. Induk Maserati, Fiat Chrysler Automobiles, memang menangani banyak merek-merek ternama, mulai dari Jeep, Alfa Romeo, Dodge, Chrysler, Mopar, Abarth dan Fiat. Bahkan merek-merek sport mewah juga mereka miliki seperti Ferrari dan Maserati.

Namun Wester pun tetap berpikiran jernih. Dia tidak berkata “tidak” secara dogmatis untuk mengatisipasi perubahan yang bakal terjadi di merek asuhannya. “Tetapi di opini pribadiku Maserati tidak akan mengeluarkan sebuah produk di bawah ukuran Levante,” pungkasnya.

Levante adalah SUV terbaru dari Maserati yang diproduksi mulai 2014 lalu. Dengan mengandalkan basis konsep Kubang berbekal mesin V6 3.0L milik pabrikan, SUV mewah ini akan menjadi senjata andalan Masarati bermain melawan kompetitornya seperti Porsche dan BMW. Direncanakan dilepas untuk pertama kali di Detroit Auto Show 2016, Maserati berharap model ini akan sanggup menembus angka hingga 75 ribu unit penjualan.