Mazda mengkonfirmasi akan menghadirkan mobil listrik perdananya untuk produksi massal tahun depan. Hal ini dilakukan guna menyambut regulasi ambang batas maksimal emisi gas buang CO2 di benua Eropa sebesar 114,9 d/km.

Langkah paling utama adalah dimulainya peluncuran mesin Skyactiv-X. Dengan teknologi perpaduan mesin bensin dan diesel, Mazda berhasil menekan CO2 dari 100 g/km. Sementara pada 2018 lalu saja, CO2 dari mobil-mobil Mazda diperkirakan sudah mencapai 135.2 g/km.

“Mobil listrik pertama Mazda akan memasuki pasar tahun depan. Kemudian, kami akan memperkenalkan model plug-in hybrid di 2021 atau 2022. Dengan begitu, target kami (mengurangi emisi gas buang) akan tercapai. Meskipun akan mengalami beberapa kesulitan di 2020,” kata Akira Marumoto selaku President & CEO Mazda Motor Corporation (MMC) kepada Automotive News Europe.

Selanjutnya, Mazda juga memutuskan akan menggandeng  Toyota sebagai bagian rencana mereka untuk menghasilkan mobil dengan energi terbarukan. Marumoto bahkan berani menyebutkan kalau mobil listrik Mazda itu akan hadir tahun depan. Tak berhenti di sana, Mazda juga akan terus melanjutkannya dengan merilis model-model ramah lingkungan lain.

Walau sudah ada kesepakatan, Mazda memutuskan bakal melahirkan mobil listrik pertama itu berdasarkan kreasinya karena Mazda telah dikenal karena keunikannya. Meskipun demikian, Marumoto mengatakan belum ada pekerjaan khusus terkait kerjasama keduanya (Mazda-Toyota).

“Kami belum mengembangkan mesin apapun dengan Toyota. Jadi, belum ada rencana mengenai apa yang akan dilakukan. Kami bergabung dalam pengembangan electric vehicle (EV) bersama mereka. Tapi, kami akan memperkenalkan mobil listrik pertama kami di Mazda pada 2020,” terang Marumoto.

Belum diketahui akan seperti apa Mazda menyajikannya kepada konsumen. Namun, tidak menutup kemungkinan basisnya diambil dari Mazda CX-5 yang notabene produk terlaris mereka. Sementara untuk kendaraan plug-in hybrid, Marumoto memastikan target mereka adalah mengaplikasikan motor listrik dengan mesin diesel.