Ada beberapa poin penting yang harus digarisbawahi kala Mercedes-Benz meresmikan perubahan nama dari GLK ke GLC pada Selasa (17/6) silam. Poin tersebut adalah perubahan bentuk, dimensi dan juga hybrid.
Generasi kedua dari SUV kompak GLK ini telah mengalami perenggangan karena tujuannya yang sudah berubah. Demi menandingi BMW X5 dan Audi Q5, pabrikan Jerman ini harus melakukan perubahan demi menyesuaikan kondisi segmen. Adapun dimensi dari GLC kini lebih panjang 11 cm, lebih lebar 4.9 cm di depan dan 2.0 cm di belakang dan juga 0.7 lebih tinggi daripada GLK yang lama, sedikit lebih pendek 1mm dari BMW X5.
Gaya coupe pun kian terasa karena dasar dari GLC adalah platform C-Class terbaru, Modular Rear Architecture. Meski begitu wheelbasenya yang lebih panjang jadi poin pembeda dengan saloon kecil eksekutif  tersebut. Rumusan bagian depan pun tampak mirip dengan apa yang hadir dalam C-Class, gril dengan slat bar ganda berpadu dengan lampu depan beralis LED.  Terlebih lagi GLC lebih ramping dari GLK.
Rasa dan kenayamanan dalam kabin pun tidak berbeda jauh dengan C-class. Mereka yang terbiasa dengan dengan sedan tersebut akan merasakan atmosfir yang sama. Ada trak pad pengatur infotaimen yang terletak di konsol tengah, pendingin udara berdesain bundar dan switch putar untuk pengendalian suhu sesuai dengan iklim di Eropa.
Sedangkan mengenai mesin, GLC mengusung mesin empat-silinder 2.0L berkekuatan 241 HP dan torsi 273 lb-ft.  Yang menarik adalah penawaran hybrid pertama kali dalam segmen ini dengan GLC 350e. Sedangkan mereka yang mencintai performa dalam memilik oprekan AMG lewat GLC 450 AMG.
SUV GLC akan dilepas di Eropa pada pertengahan November mendatang, sedangkan versi cuopenya yang menawarkan hal sama juga akan diluncurkan tahun depan.