Kegiatan mengemudi dan mendengarkan musik sudah tidak bisa dilepaskan. Radio atau music player hampir sudah pasti ada di semua jenis mobil.

Ada yang mendengarkan musik untuk menghindari kantuk. Sementara lainnya untuk menghibur diri saat berkendara jarak jauh.

Walau kegiatan mendengarkan musik dapat menjaga mood berkendara, pengemudi diharap untuk tetap waspada. Khususnya mereka yang baru belajar mengemudi.

Universitas Ben-Gurion, Israel belum lama melakukan penelitian. Penelitian tersebut membuktikan 98% partisipan yang terdiri dari anak muda yang baru belajar mengemudi melakukan setidaknya tiga kesalahan. Saat mereka mendengarkan jenis musik yang mereka suka.

“Pada umumnya pengemudi tidak sadar bahwa konsentrasinya dapat teralihkan ke lagu yang mereka dengar,” jelas Warren Brodsky, Direktur Penelitian Ilmu Musik, Universitas Ben-Gurion, Israel.

Kesalahan yang dilakukan pengemudi antara lain mengemudi dengan satu tangan, berbicara dengan penumpang di belakang, dan yang paling parah adalah menggunakan telefon genggam.

“Pengemudi yang berumur 16 – 30 tahun cenderung mendengarkan musik beraliran pop, rock, dance, hiphop,” jelas Brodsky. Musik bertempo tinggi tersebut biasanya didengar dengan volume yang tinggi. Sekitar 120 sampai 130 desibel.

Saat mendengarkan musik pengemudi newbie juga mengalami penurunan kepekaan. Hal ini terbukti dari 92% partisipan melakukan ngebut, berganti jalur dengan tidak hati-hati, dan tidak menjaga jarak dengan kendaraan yang ada di depannya.