Mercedes-Benz-190E-W201-a

Mercedes-Benz 190E ini kerap disebut ‘Baby-Benz’ oleh para pecinta Mercy. Belakangan, mobil dengan kode bodi W201 ini kembali ramai dicari baik untuk dimodifikasi, dipakai harian, sampai dipakai balap di sirkuit.

Mercedes-Benz-190E-W201-b

Salah satu pemiliknya, Aquinaldo T. H, yang memiliki 190E 2.0 tahun 1985 berwarna hijau metalik ini memilih modifikasi ala sleeper. “Eksterior cuma saya pasang bodykit replika AMG dan corner lamp 190E versi Amerika aja,”jelasnya. Velgnya pakai Evolution England 17 inci lebar 7,25 inci rata, lalu di interiornya terlihat 3 indikator versi 190E 2.3-16 Cosworth.

Mercedes-Benz-190E-W201

Nah, coba buka kap mesinnya, maka Anda akan menemukan ‘kejutan’ didalamnya. “Saya langsung engine swap dengan mesin E320 Masterpiece W124, M104 yang power mesinnya jauh lebih besar,”ujarnya. Tapi itu saja belum cukup untuk pria 38 tahun ini, ia meminta Jackey dari Jackey Motor di Bintaro untuk menambahkan supercharger untuk memaksimalkan performa mesinnya.

Mercedes-Benz-190E-W201-f

Karena mau pasang supercharger, Jackey harus membuatkan sensor untuk ECU merek MS, “Nggak bisa pakai ECU standar,” ujarnya. Kalau sudah pakai supercharger ECU standar sudah tidak bisa dipakai, maka dipilihlah ECU MS tadi untuk memperkaya bensin.

Mercedes-Benz-190E-W201-d

Berikutnya adalah pemasangan supercharger dan intercooler. “Karena intercoolernya harus mendapatkan aliran udara yang banyak dari arah depan, harus diletakkan di dalam bumper depan,” tukas pria berambut gondrong ini. Untuk superchargernya sendiri dibuatkan dudukan di mesin dan ada tambahan ekstra belt.

Mercedes-Benz-190E-W201-c

Tak lupa, urusan kelistrikan mesin juga harus dirapikan. Sampai piping-piping untuk intercooler dan blow-off juga piping untuk filter udara model open dari K&N dibuat custom. O ya, keempat rem juga diganti dengan lansiran Willwood. Hasilnya? “Enak banget buat menipu mobil lain yang sok-sokan ngebut di jalanan, hahahaha,” tawa Naldo. Gaspol bro!