Mercedes-Benz mulai menjajal performa mobil listrik EQC di jalanan yang cukup ekstrem. Crossover yang diberi nama EQC itu dites di sebuah tempat di Iberia, Spanyol.

Foto-foto pengetesan mobil itu diperlihatkan Mercedes-Benz di situs resminya. Bodi mobil ditutupi kamuflase berwarna biru dengan tagar #switchtoEQ. EQC merupakan model pertama dari merek EQ yang akan diluncurkan ke pasaran. Mobil akan bersaing langsung dengan Tesla Model X dan Jaguar i-Pace.

Secara total, MB memproduksi sekitar 200 unit prototipe EQC untuk dites. Dalam pengetesan di Spanyol, insinyur MB ingin melihat seperti apa pengaruh hawa panas pada kondisi AC, sistem penggerak sampai proses pengisian baterai mobil listrik itu.

“Setelah sukses melakukan pengetesan di musim dingin pada suhu minus 35 derajat celsius, kami yakin, pengujian pada suhu panas akan memastikan kalau timeline produksi masih sesuai jadwal,” ujar Kepala Insinyur EQC Michael Kelz.

Seperti kita ketahui, baterai sebuah mobil listrik berpotensi kehilangan tenaga di saat dingin, sementara saat terpapar panas, baterai itu berisiko terbakar. Jadi salah satu fokus utama pengetesan di suhu panas adalah seberapa bagus proses pendinginan baterai, kemudian seberapa cepat baterai bisa diisi penuh, dan apakah suhu panas akan mempengaruhi daya jelajah mobil.

Selain di Spanyol, Mercedes-Benz menguji mobil di belahan dunia lainnya seperti Jerman, Finlandia, Swedia, Italia, Dubai, Afrika Selatan, Amerika dan China.