Belum lama ini dilaporkan Mercedes-Benz melakukan penarikan kendaraan atau recall terkait motor penggerak wiper yang rusak. Kini dilansir dari Reuters,  Mercedes-Benz kembali tertimpa masalah teknis pada unitnya yang telah berpindah tangan ke konsumen sebanyak satu juta unit.

Beberapa menyebutkan permasalahan terjadi pada sistem motor starter yang bekerja tidak sebagaimana mestinya, sehingga menggangu kinerja mesin dan transmisi. Sebagian lagi menyebutkan ada masalah pada sistem kelistrikan di bagian sekringnya.

Mercedes menyebutkan, berdasarkan laporan yang masuk ke perusahaan ada sekitar 51 mobil terbakar di seluruh dunia dan sekitar 30 mobil di antaranyanya terjadi di AS. Di Amerika Serikat (AS) hampir 308.000 unit dilaporkan telah mengalami kerusakan motor starter Belum diketahui apakah ada korban jiwa atau cidera akibat kejadian ini

Disebutkan, pabrikan mobil mewah Jerman tersebut telah melakukan penyelidikan sejak Juni 2016 terhadap thermally damaged atau kerusakan termal akibat panas. Hal tersebut terjadi karena motor starter yang rusak akan menjadi panas karena harus berulangkali menyalakannya.

Jika limiter arus terlalu panas dikhawatirkan bisa membuat meleleh lalu membakar komponen di dekatnya dan mengganggu kinerja mesin dan transmisi. Menurut dokumen yang diterbitkan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS), penarikan ini untuk model C-Class, E-Class, CLA, GLA dan GLC yang diproduksi antara 2015 hingga 2017.

Di Indonesia sendiri belum ada kabar soal penarikan unit atau recall terkait masalah teknis yang menimpa konsumen. Namun melalui siaran persnya, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia masih menunggu konfirmasi dan instruksi lebih lanjut dari pihak prinsipal di Jerman.

Tentu jika nantinya memang diperlukan tindakan recall untuk unit yang terdistribusi di Indonesia, MBDI akan melakukan tindakan sesuai prosedur dan instruksi global.