Toyota membuat sebuah langkah yang terlihat mengecewakan bagi sebagian besar penggemarnya. Di saat yang lain berlomba-lomba menawarkan pickup dengan mesin diesel yang bertenaga, Toyota malah mengenyahkan pilihan diesel untuk versi the all-new pickup andalan mereka di Amerika.

Langkah ini diamini oleh Kepala Teknisi Tacoma, Mike Sweers. Dirinya berujar bila perusahaan sedang mengalami masalah terkait mesin diesel. “ Ini adalah topik yang sulit, pasalnya kami terganjal regulasi emisi Tier 3,” ungkapnya.

Di Amerika Serikat, standar gas buang kendaraan menjadi persoalan yang diatur pemerintah melalui Badan Perlindungan Lingkungan atau yang dikenal di sana dengan nama EPA. Ada standar dan persyaratan emisi tertentu yang harus dipenuhi pabrikan kala melempar kendaraan di pasaran. Dan tier 3 adalah standar terbaru berlaku di 2017 yang mana dianggap sulit untuk dipenuhi kendaraan ringan bermesin diesel dan membutuhkan biaya ekstra untuk membangunnya.

Maka Sweers pun menjelaskan bila sebenarnya mesin diesel sanggup menghemat bahan bakar hingga 30 persen. Akan tetapi untuk memenuhi standar tersebut pabrikan menaruh sistem after-treatment baru yang akan menambah harga dari Toyota Tacoma. Dan hal tersebut dinilai tidak sebanding dengan harga bensin yang lebih mahal satu dolar se galon dibandingkan dengan bensin di Amerika Serikat.