2015-ford-f-150-in-detroit-two-trims

Jalur produksi baja di pabrik baru Morgan Stanley belakangan mengalami kesulitan. Dan hal ini tentu saja bakal menghambat laju perkembangan produk sang produsen kendaraan, yaitu Ford.

Meski akan mempengaruhi jalannya pembangunan kendaraan, namun pabrikan asal Dearborn, Michigan, Amerika Serikat ini tetap yakin, dan menampik pemberitaan terkait delay produksi sang SUV double-cab-nya, F-150.

Sebelumnya, Ford Motor Co. telah menjadwalkan, F-150 model changeover ber-bodi all new aluminum tersebut akan diperkenalkan dan sudah bisa mengaspal setelah pergantian tahun ini. Dan kabarnya, prihak pabrikan bakal ‘kehilangan’ produk truk F-Series terbarunya sekitar 90.000 unit.

” Semuanya, masih sesuai jadwal dan berjalan seperti yang diharapkan, ” ungkap Joe Hinrich, Ford President di Amerika, saat perkenalan F-150. “Dan saya sangat percaya terhadap mobil ini,” tambahnya.

Kendaraan yang terkenal memiliki tingkat konsumsi BBM juga emisi yang ketat tersebut, tampak kian membuat Ford optimis untuk memperkenalkan F-150, sebagai truk terlaris di Amerika Utara, apalagi materi military grade aluminum yang digunakannya, bisa mereduksi bobot kendaraan ini sebanyak 318 kilogram.