Sebagai sebuah SUV, Mitsubishi Pajero adalah sebuah besutan yang cukup reliable untuk digunakan di berbagai kondisi jalan. Daya tahan, kelapangan dan kenyamanannya menjadi menu utama yang dapat dinikmati kala mengendarainya.

Sayangnya tak lama lagi produksi SUV gambot ini akan dihentikan oleh Mitsubishi Motors. Isu emisi dan pergeseran segmen menjadi penyebab utama pabrikan berlambang tiga berlian ini tak lagi meregenerasi Pajero.

Sejak munculnya model SUV yang lebih kompak atau crossover, SUV besar bersasis ladder frame semacam Pajero sudah mulai kurang diminati konsumen. Perkara efisiensi, dimensi dan kemudahan berkendara jadi alasan utama peta pergeseran segmen oleh konsumen.

Selain itu aturan emisi gas buang yang semakin ketat di berbagai dunia, juga menjadi alasan Mitsubishi Motors menghentikan produksi Pajero. Pabrikan mengakui aturan emisi ini tidak menguntungkan bagi pihaknya jika SUV ini tetap dipertahankan.

Dilansir dari beberapa media asing, Chief Operating Officer Mitsubishi Motors, Trevor Mann menyebutkan, segmen Pajero menyusut karena peraturan emisi, jadi kami perlu memastikan bahwa ketika kita melakukan sesuatu, kami melakukannya dengan penuh keuntungan. “Kami tak menampik jika memberikan teknologi hybrid bisa menolong Pajero dari permasalahan emisi, namun biaya riset dan pengembangannya dianggap terlalu mahal,” jelas Trevor.

Hingga saat ini, Mitsubishi Pajero sudah mencapai generasi keempat. Namun model pada generasi terakhir masih dipertahankan sejak pertama kali dilansir 2006 lalu.