Rencana Mitsubishi untuk menghentikan produksi dari sedan legendarisnya tampaknya telah menjadi kenyataan. Evo X sudah diperkenalkan dan akan menjadi seri terakhir dari Lancer, model yang sudah lalu lalang di dunia balap. Namun berita terbaru menyatakan bila nama Evo tidak sepenuhnya mati.

Rencananya, nama Evo tetap akan dipakai saat generasi kedua crossover ASX atau yang dikenal dengan nama Outlander mengaspal. Meski begitu nama Evo akan menjadi pembeda dengan versi berperforma tingginya. Seperti dilansir autocar.uk, sang bos Mitsubishi, Tetsuro Aikawa mengatakan bila itulah keinginannya untuk meluncurkan sebuah kendaraan yang memiliki karakteristik EVO.

“Jadi kami ingin meluncurkan sebuah tipe mobil yang menampilkan teknologi PHEV dan EV. EV berarti electric vehicle dan O berarti raja dalam bahasa Jepang. Bila disatukan maka akan menjadi EVO,” jelasnya.

Bila melihat line up Mitsubishi dalam kurun waktu terakhir ni, mobil yang dimaksud dan paling mendekai adalah XR-PHEV II. Konsep yang dipamerkan di Geneva Motor Show tahun lalu ini sanggup menyajikan apa yang dimaksud Aikawa seperti peggerak empat roda, bertenaga hybrid dan berperforma tinggi.
“Itu harus cepat dan ringan. Sebuah kendaraan yang berorientasi ke performa. Itulah yang kami inginkan,” jelasnya.

Meski proyeksi sudah terlihat jelas, Mitsubishi masih harus mengumpulkan modal demi realisasinya. Di Amerika sendiri Mitsubishi Outlander PHEV laris manis hingga sanggup mendobrak rekor penjualan Mitsubishi tahun lalu dengan 158% kenaikan. Namun sang boss mengatakan bila semua tidak akan jadi dengan cepat dan membutuhkan proses.

“Proyek ini pasti akan menguntungkan perusahaan, meski begitu kami tetap harus membangunnya langkah demi langkah,” tutup Aikawa.