Mitsubishi Outlander Sport GLS 1

Melihat setumpuk berkas revisi dari klien di atas meja kerja, membuat saya dan beberapa teman lain sontak merasa muak. Pasalnya nyaris seminggu penuh kami hanya bermain dengan kertas dan angka. Bosan! “Rasa ini harus segera dibunuh,” begitu gumam saya sebelum mentari menundukkan kepala di hari terakhir bekerja minggu itu. Yup, tepat. Membunuh rasa bosan menjadi sebuah kewajiban sebelum mengawali minggu yang baru dengan ide-ide yang lebih segar. Tak lama berselang, bohlam di kepala seketika memberikan letupan ide untuk melanglang buana ke sebuah kawasan asri, tidak jauh dari pusat kota. “Aha! boleh juga tuh!. Masukan yang bagus kawan,” celoteh seorang teman di balik sekat meja kantor.

Mitsubishi Outlander Sport GLS

Tak ingin terlalu lama basa-basi di lantai 28, kami segera ambil langkah seribu menuju ke parking area di basement.  Dan saat intu lift terbuka, saya terkesima dengan sesosok crossover lasiran Mitsubishi bernama Outlander Sport GLS. Kendati bukan versi top-of-the line, namun model yang satu ini tetap dibekali dengan desain yang lebih macho dan berotot dibandingkan dengan generasi sebelumnya. “Ya! Ia tak lagi feminin. Dan ini keren!,” riuh kagum pun tetiba menyeruak di pikiran. Walau sebenarnya, hanya penyegaran desain grille tanpa konsep honeycomb, air duct plus perbaikan bentuk bumper terbaru saja, yang membuat CUV ini lebih berotot.

Mitsubishi Outlander Sport GLS c

Ah… saya tak ingin bertele-tele. Setelah garis desain eksterior berhasil membuat hati terpana, akhirnya kabin model tanpa panoramic roof ini pun saya rasakan. Pandangan sejenak terpaku dari balik kemudi, memelototi setiap paket teknologi di dalam kabin. Aura instrument cluster berikut paket fitur nan ergomis tampak lebih terjabarkan dengan sempurna di dashboard. Bagian ini dibuat cukup simple namun fungsional, tanpa banyak pulasan.

Mitsubishi Outlander Sport GLS d

Selain itu, sandaran jok belakangnya membuat kedua kawan sejawat saya kini bisa mendapatkan posisi duduk paling nyaman dengan leg-room yang mumpuni. Dibanding pendahulunya, sandaran pada jok di buritan memang lebih rebah 6°. Kaca depan yang lebar dan rebah menunjang visibilitas pengemudi.  Perjalanan kami menjadi tidak membosankan lantaran dihibur oleh paket sistem audio dengan head unit layar sentuh berdimensi 6,1 inci. Suara Chris Brown saat melantunkan bait-bait Turn Up The Music menjadi lebih jernih layaknya akustik ruang konser.

Mitsubishi Outlander Sport GLS h

Ini yang saya tunggu, berasyik masyuk dengan deretan pedal menguras habis performa mesin 1.998 cc 4 silinder dengan teknologi katup variabel MIVEC. Agresivitas lumbung pacu bertenaga 150HP dengan torsi 198Nm sontak terasa saat telapak kaki menekan pedal gas guna menaklukkan tanjakan. Perpindahan transmisi berlangsung lebih halus dan responsif berkat penggunaan  CVT berteknologi INVECS-III.

Mitsubishi Outlander Sport GLS f

Mau hasil yang lebih dramatis? Geser sedikit tuas transmisi ke kanan, dan wuzzz… Mitsubishi Outlander Sport GLS langsung melesat mengacuhkan kerikil lepasan di permukaan jalan yang kami lewati. Nyaman? Tentu saja. Mitsubishi telah melengkapi model yang diganjar harga Rp 317 juta ini dengan padanan sistem suspensi MacPherson strut, coil spring plus stabilizer bar di depan dan Multi Link, coil spring dengan stabilizer bar di buritan.

Mitsubishi Outlander Sport GLS a

Jujur saja, saya tak ingin berhenti untuk mengendarainya. Segudang fitur terkini yang diusungnya membuat driving experience menjadi lebih menyenangkan. Mau aspal halus menuju mal mentereng atau jalan berbatu di pegunungan bukan masalah.