Atas nama mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) membawa Outlander PHEV ke Indonesia. Mobil seharga Rp 1,2 – 1,3 miliar ini secara resmi akan meluncur di pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) mendatang.

Mobil ramah lingkungan yang akan mewujudkan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang ini punya dua tenaga penggerak. Sebuah mesin 2.4L berbahan bakar bensin, berpadu dengan motor listrik untuk menggerakkan keempat rodanya.

Mitsubishi Outlander PHEV bisa dibilang merupakan gabungan tiga aset model yang dimiliki Mitsubishi Motors. Gabungan dari Electric Vehicle, SUV multi kapabilitas serta jejak traksi roda yang handal khas mobil reli Mitsubishi.

Sistem penghasil, pengisian dan penggerak tenaga listriknya merupakan adopsi dari mobil elektrik murni Mitsubishi MiEV yang kompak, sementara kelapangan kabin dan model yang diusungnya merupakan turunan dari Mitsubishi Pajero yang lapang dan elegan. Soal traksi roda ke permukaan jalan, tak bisa dipungkiri fitur Super All Wheel Control (S-AWC) merupakan pengembangan dari generasi Mitsubishi Lancer Evolution yang terkenal di ranah reli.

Mitsubishi Outlander PHEV bahkan bisa dibilang ebuah powerbank berjalan. Fungsinya mirip seperti baterai penyimpan yang biasa digunakan pada gadget, namun dengan skala lebih besar. SUV premium yang telah diperkenalkan sejak 2013 lalu ini bahkan bisa menyuplai kebutuhan listrik rumah tangga hingga berdaya 1.500 watt pada tegangan 220 volt.

Bahkan, saat dibutuhkan atau dalam kondisi emergensi, keluaran listrik yang dihasilkan oleh Mitsubishi Outlander PHEV bisa sangat bermanfaat bagi tim evakuasi bencana dan menangani para korban di lokasi bencana.

Mobil ini punya tiga mode berkendara yang dapat diubah sesuai kebutuhan, yakni EV Drive Mode, Series Hybrid Mode dan Parallel Hybrid Mode. Pada mode EV Drive, motor menggerakkan kendaraan dengan tenaga listrik dari baterai sehingga tidak ada konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 yang membuat kendaraan menjadi senyap, bersih dan bertenaga.

Sedangkan, Hybrid Driving Mode dibagi menjadi 2 (dua) mode. Pertama, Series Hybrid Mode merupakan perpaduan mode elektrik dan mesin. Mesin gasoline 2,4 L akan menghasilkan listrik jika baterai lemah dan menambah tenaga saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi atau menanjak. Pada Parallel Hybrid Mode, mesin gasoline akan melaju dengan bantuan motor saat kendaraan membutuhkan ekstra tenaga (saat kecepatan tinggi atau saat efisiensi mesin tinggi).

Banyak manfaat lain dari Mitsubishi Outlander PHEV selain daripada sebuah alat transportasi saja. Ini adalah mobil yang dapat terintegrasi langsung dengan kebutuhan hidup umat manusia di era saat ini dan masa depan.