Demi mendongkrak produksi serta penjualannya di ASEAN, Mitsubishi membuka pabrik manufaktur barunya di kawasan industri GIIC Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/3/2015). Pabrik seluas 30 hektar itu diharapkan mampu memroduksi 160.000 unit setiap tahunnya. Dalam acara peletakkan batu pertama turut hadir Menteri Perindustrian Soleh Husin serta Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

Pabrik tersebut akan mulai beroperasi pada April 2007 dan memproduksi SUV Pajero Sport, MPV, serta Colt L300. Sebagian hasil produksi pabrik tersebut akan diekspor ke beberapa negara ASEAN. Pabrik baru Mitsubishi di Bekasi ini akan menjalankan aktivitas produksi kedua terbesar setelah di Laem Chabang, Thailand.

Dalam rilisnya, pendirian pabrik manufaktur ini dinilai sebagai bentuk perhatian MMC kepada Indonesia sebagai negara keempat dengan permintaan MPV tertinggi di dunia. Yang terwujud berkat kerjasama Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), Mitsubishi Corporations, serta PT Krama Yudha.

Pabrik baru ini diharapkan bisa menjawab peningkatan permintaan kendaraan penumpang model MPV berkat pertumbuhan ekonomi yang semakin baik. Mitsubishi juga berupaya mengubah sistem produksi konsinyasi menjadi produksi lokal.

Selain kontribusi pada dunia otomotif Indonesia, pabrik ini juga akan menyerap lebih banyak tenaga kerja. “Kami akan terus berkontribusi dalam industru otomotif serta dalam masyarakat di Indonesia melalui penempatan 3.000 tenaga kerja di pabrik manufaktur, pengembangan supplier suku cadang baru, mempromosikan suku cadang lokal, transfer teknologi, dan ekspor,” jelas Osamu Masuko, Chairman & CEO MMC.