Bali. Provinsi yang berdiri di pulau seluas 5.780 meter persegi ini memang masih menjadi daerah tujuan paling favorit wisatawan lokal dan mancanegara. Bali yang memiliki keunikan soal eksotisme alam dan kekayaan budaya, menjadi sebuah alasan mengapa tingkat kunjungan wisata ke pulau ini selalu tinggi.

Bagaimana tidak, pulau yang dikelilingi oleh empat perairan ini secara nyata memiliki banyak pantai yang indah sepanjang garis tepinya. Eksotisme alam di dataran rendah Bali ini, hadir mengelilingi berbagai wilayah di dataran tinggi Bali yang tak kalah epik untuk di eksplorasi.

Tak semua daerah tujuan wisata di Bali memiliki akses yang mudah untuk dilewati. Tanjakan dan turunan terjal, umumnya mewarnai perjalanan menuju tempat wisata favorit di dataran rendah dan dataran tinggi Bali. Belum lagi jalanan berbatuan yang licin karena lembabnya suhu di pegunungan terkadang sedikit mengharuskan pengendara memiliki ketrampilan khusus saat melintasinya.

Tantangan seperti itulah yang ingin dijawab oleh Mitsubishi Motors melalui produk barunya, Xpander Cross. Dimana mobil ber-genre Multi Purpose Vehicle (MPV) yang biasanya menjadi kendaraan andalan keluarga untuk beraktivitas di dalam kota, tampil dan ingin memiliki kemampuan setingkat Sport Utility Vehicle (SUV) yang bisa dibawa kemana saja.

Kami datang ke Bali untuk mengujinya. Sejauh mana MPV dengan banyak ornamen panel bodi yang menegaskan sebuah ketangguhan ini bisa dimanfaatkan diandalkan untuk menempuh akses-akses sulit menuju tempat-tempat epik di pulau Dewata.

Ground clearance yang melar sebanyak 2,5 cm berkat sistem suspensi baru dan lingkar pelek 17 inci menjadi modal awal Xpander Cross untuk tampil lebih gagah serta lebih kekar dari Xpander model biasa yang sebelumnya diluncurkan. Dengan begitu seharusnya Xpander Cross merasa lebih serbaguna dari MPV biasa.

Saat destinasi wisata Danau Tamblingan yang berlokasi di Desa Munduk, Kabupaten Buleleng menjadi tujuan kami, yang timbul di pikiran adalah sebesar apa effort atau usaha mengendarai crossover MPV ini menuju tempat tujuan. Bagaimana tidak, kami yang pernah ke lokasi tersebut sebelumnya, teringat akan tanjakan curam dengan rata-rata sudut kemiringan 40 derajat yang mewarnai sepanjang Desa Munduk.

Melarnya lingkar diameter roda karena penggunaan pelek 17 inci nyatanya tidak begitu memiliki efek negatif terhadap kemampuan mesin 1.5L DOHC Mivec. Kami tidak mendengar raungan yang keras akibat tingginya putaran mesin untuk membawa MPV berisi empat orang dewasa ini  menanjak ke dataran tinggi Buleleng, Bali. Transmisi otomatik 4-percepatannya juga dengan mudah dimainkan dengan menggeser selektor dari D-2-L saat benar-benar dibutuhkan untuk meningkatkan tenaga menghadapi tanjakan terjal.

Mendekati wilayah Danau Tamblingan, sedikit keluar dari jalan utama pengunjung akan menjumpai jalanan berbatuan yang cukup licin akibat lumut yang menempel dari kondensasi embun dataran tinggi. Memang terasa lebih keras dari model Xpander MPV yang biasa, namun seketika kami menyadari rasa suspensi seperti inilah yang dibutuhkan apabila harus melewati jalan berbatuan agar guncangan bodi tidak berlebihan.

Kompensasi suara rebound suspensi yang diterima di kabin memang harus diterima. Namun bunyi tersebut tidak terlalu seberapa dibanding dengan fungsi suspensi yang dapat meredam ayunan bodi dengan optimal.

Lepas mengunjungi dataran tinggi eksotik Danau Tamblingan, kami menuju destinasi selanjutnya, yaitu tepi laut. Pantai Geger di wilayah Nusa Dua menjadi arah kemudi selanjutnya. Pantai ini bukanlah yang paling terkenal untuk dikunjungi di Bali, namun kami punya alasan khusus mengapa memilih Pantai Geger untuk dikunjungi. Yakni adanya akses kendaraan untuk mencapai tepi pantai. Ya, kami akan mencoba mengambil gambar Xpander Cross dengan latar belakang hamparan air laut yang biru.

Turun dari daerah pegunungan Buleleng menuju dataran rendah Nusa Dua, kami memilih akses jalan tol Bali Mandara. Selain jalan tol diatas laut ini punya pesona alam yang berbeda dari seluruh jalan tol yang ada di Indonesia, kami juga menyempatkan waktu untuk menguji performanya di jalan tol.

Sejujurnya kami berusaha mencari kecepatan maksimal dari Xpander Cross, tapi itu sulit. Mobil ini bukanlah salah satu yang terbaik di urusan akselerasi, mencapai kecepatan 140 km/jam sejak pedal gas diinjak habis pun butuh waktu yang relatif lama.

Namun itu bukanlah sebuah esensi dari MPV, pada hakikatnya mobil keluarga memang lebih mengedepankan kenyamanan dari pada kecepatan. Soal kenyamanan berkendara di jalan tol, Xpander Cross telah memiliki fitur Cruise Control sebagai bawaan. Artinya berkendara dengan kecepatan maksimum 100 km/jam di jalan tol tinggal aktifkan saja.

Memasuki wilayah Nusa Dua, kami harus keluar sedikit dari jalan utama untuk menuju tepi Pantai Geger. Jalanan berpasir pantai membentang di depan hingga tepi laut ternyata bukanlah hal yang sulit dilewati oleh Xpander Cross. Jarak bagian bawah mobil setinggi 225 mm memberikan banyak kebebasan bagi kolong mobil dari benturan gundukan pasir.

Traksi roda dari pelek lingkar 17 inci dengan ban 205/55 juga masih memberikan tekanan yang optimal ke permukaan pasir, sehingga saat bermanuver tak menemui kendala selip.

Kami telah menyiapkan segala hal demi aktivitas pantai yang paripurna. Bangku-bangku dan meja lipat untuk duduk menikmati deburan ombak sambil memandang terbenamnya matahari di ufuk barat telah kami bawa seluruhnya bersama tas pakaian di ruang baris ketiga Xpander Cross yang kami sulap menjadi bagasi dengan melipat joknya.

Akhirnya, keinginan kami mengkreasikan sebuah foto mobil yang keren dengan latar belakang hamparan laut yang biru terwujud berkat Xpander Cross.

Perjalanan sejauh kurang lebih 250 km mengeksplorasi Bali untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang epik bukanlah sebuah hal yang sulit bagi Mitsubishi Xpander Cross. Mobil ini mampu memberikan poin besar sebagai mobil serbaguna untuk aktivitas yang luar biasa. Ketangguhannya mencapai banyak tempat seperti sebuah SUV namun tetap memberikan akomodasi dan kelengkapan seperti halnya sebuah MPV keluarga.

Meski dengan ayunan suspensi yang sedikit lebih keras, namun Anda dapat memakluminya berkat kinerja suspensinya yang mampu menyerap guncangan secara optimal di jalan rusak serta menjaga stabilitas pengendalian mobil saat menempuh kecepatan tinggi.