Sejak pertama kali diperkenalkan dalam World Premier di pameran GIIAS 2017 lalu, Mitsubishi Xpander hadir begitu fenomenal. Belum setahun daftar pemesan MPV keluarga bikinan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) ini sudah mencapai 50.000 orang.

Sebagai sebuah mobil keluarga, Mitsubishi Xpander dituntut untuk memberikan rasa aman bagi pengendara dan penumpangnya saat terjadi kecelakaan. Sebagai pembuktian seberapa besar MPV ini bisa melindungi seisi kabinnya, ASEAN New Car Assessment Program (NCAP) melakukan uji tabrak (crash test) untuk Xpander.

Hasilnya, secara keseluruhan Mitsubishi Xpander meraih poin 71,66 poin dengan predikat keamanan empat bintang dari ASEAN NCAP.

Begini rinciannya, dalam kategori Perlindungan Orang Dewasa (Adult Occupant Protection), Mitsubishi Xpander mencetak 39,08 poin. Sementara untuk kategori Perlindungan Penghuni Anak (Child Occupant Protection) meraih  18,69 poin dan 13,89 poin untuk kategori Safety Assist Technologies.

Sebagai standar, seven seater MPV ini punya dua kantung udara aktif di bagian depan dan sabuk pengaman di setiap baris bangku. Sebagai bagian dari komitmen Mitsubishi terhadap keselamatan, Mitsubishi Xpander dilengkapi dengan fitur Safety Assist Technology yang disebut Emergency Stop Signal, yang ditawarkan sebagai standar atau opsi, di negara yang akan memasarkan Mitsubishi Xpander.

Sekertaris-Jendral ASEAN NCAP, Ir. Dr. Khairil Anwar Abu Kassim mengatakan, Xpander merupakan MPV pertama yang diuji oleh ASEAN NCAP berdasarkan protocol baru untuk 2017-2020, dan menunjukan kinerja baik dalam penilaian yang lebih ketat ini. Ini menunjukan bahwa Mitsubishi Motors berdedikasi untuk menghasilkan mobil yang lebih aman untuk kawasan ASEAN sesuai dengan protocol keselamatan kami yang baru.