Produsen mobil elektrik diprediksi akan makin mudah memasarkan produknya di Asia tak terkecuali Indonesia pada akhir 2017. Campur tangan pemerintah juga dinilai makin nyata terkait kehadiran mobil-mobil ramah lingkungan di Tanah Air.

“Di Asia, kita akan semakin banyak melihat mobil-mobil listrik mengaspal di jalanan kota-kota besar pada akhir tahun 2017. Semakin meningkatnya dukungan pemerintah untuk pengembangan data dan riset insentif pajak untuk pembeli mobil-mobil elektrik akan melapangkan jalan Tesla dan juga pabrikan mobil-mobil listrik lain di Asia,” jelas Wouter van der Kolk, Managing Director Carmudi Indonesia di Jakarta, Rabu (19/8).

Pabrikan lain yang dimaksud, salah satunya BAIC. Produsen asal Cina itu disebut-sebut siap memproduksi hingga 3000 unit kendaraan elektrik untuk pasar otomotif Asia pada tahun depan.

Dengan perkembangan Iptek Tanah Air yang menjanjikan, tantangan produksi mobil elektrik kreasi dalam negeri juga memungkinkan. Kendati demikian, infrastruktur juga patut diperhatikan.

“Kami yang dengan perusahaan yang tergabung di Gaikindo memang mudah saja memproduksi mobil listrik untuk konsumen dalam negeri. Tapi, sekarang permasalahannya adalah infrastruktur terutama ada tidaknya charging station,” ujar Sekretaris Umum Gaikindo Noegardjito beberapa waktu lalu.