Luasnya jalan Honmoku yang diapit deretan pohon Gingko sekilas terlihat serupa dengan jalan-jalan di kota Yokohama lainnya. Bangunan-bangunan di kiri-kanan tertata rapi dengan imbuhan taman-taman kecil di beberapa sudut jalan membuat atmosfer terasa teduh dan menenangkan.

Berbeda dengan brand-brand lain di ranah otomotif yang memilih kota besar sebagai markas, justru di tepi jalan inilah brand legendaris di dunia custom, Mooneyes, menetap. Ya, mungkin mereka menganggap karya seni yang dihasilkan dari garasi belakang gerai ini serasi dengan dinamisme kota pelabuhan seperti Yokohama.

Toyota-Crown-Mooneyes-15

Kebetulan TheGaspolCom mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi markas Mooneyes bebrapa waktu lalu dan bertatap muka langsung dengan sang pemilik, Shige Suganuma. Dinginnya angin yang menusuk hingga ke dalam tulang nyaris tak terasa lantaran pria berkacamata ini menyambut kedatangan kami dengan penuh kehangatan.

Saat sedang asyik berbicara, ekor mata saya tanpa sengaja terus mengarah ke sudut garasi. Ya, kendati di dekatnya terparkir gagah sesosok Chevy Camaro Z28, Ford 32 Deuce bermesin V8 flathead dan Audi A5 Coupe, namun bukan itu yang menjadi magnet. Melainkan sebuah Toyopet Crown Hard Top lansiran 1970.

Toyota-Crown-Mooneyes-0

Ya, Toyota Crown merupakan salah satu sedan Jepang legendaris yang punya masa produksi terpanjang dan masih dibuat hingga munculnya generasi ke-14 yang bisa kita jumpai di pasaran. Mooneyes sendiri telah terbukti sebagai peracik Crown-Crown handal sampai sekarang. Maka tak heran jika pada gelaran Yokohama Hot Rod Custom Show ke 23 yang berlangsung 2014 silam, mereka sengaja menghadirkan tema khusus bertajuk “The Crown of Crown” yang didedikasikan untuk model yang telah berusia 61 tahun ini.

Kembali ke Shiroi Kuraun alias White Crown, model yang disematkan kode MS51 dirilis berbarengan dengan dirilisnya seri 50. Disimak dari tampilan, garis atap dan desain sampingnya sebelas dua belas dengan seri 50, namun memiliki perbedaan yang cukup signifikan pada fascia dan buritan. Kendati populasinya cukup langka, namun Mooneyes enggan membiarkannya tampil standar. Mulai dari eksterior hingga lumbung pacu mendapatkan sentuhan midas Moon Garage lewat tangan salah satu unit bisnis Mooneyes berjuluk Crown Classic.

Toyota-Crown-Mooneyes-0

Sektor eksterior sengaja hanya diberi pulasan ulang agar tampilannya tetap memukau, termasuk melabur kembali sekujur body dengan kelir putih serta membalut beberapa komponen dengan lapisan chrome. Jika spion bawaan terletak di atas fender depan kiri dan kanan, maka untuk MS51 yang satu ini posisinya dipindah ke pintu. Selain mereposisi, gerai modifikasi ini juga mengganti spion orisinil dengan Mooneyes GT070 yang berdimensi sedikit lebih mungil namun masih memiliki tampilan klasik. Urusan sepatu dipercantik dengan menggunakan velg Mooneyes Daisy berdimensi 17×7 inci di depan dan 17×8 inci di belakang.

Pindah ke dalam, Crown Classic sengaja mempertahankan beberapa komponen standar seperti panel pintu hingga panel di sisi jok belakang sambil. Sementara sebagian part dashboard standar terpaksa dipensiunkan dan diganti dengan versi reproduksi Mooneyes lengkap dengan in dash tachometer.

Toyota-Crown-Mooneyes-0

Yang terakhir dirombak adalah bagian dapur pacu. Mesin enam silinder segaris bawaan M-Series terpaksa dienyahkan untuk mengejar performa. Alih-alih mencangkok penghasil daya Toyota Supra MkIII non turbo seperti yang kerap dilakukan oleh modifikator Negara Paman Sam, Crown Classic lebih memilih mesin 1JZ milik Toyota Crown seri S130. Alasan utamanya tentu saja kepraktisan. Lantaran mengadopsi mesin bawaan Crown, mereka tidak harus melakukan banyak perubahan. Dan untuk menghentikan laju mobil penganut sistem transmisi otomatis 4 percepatan ini dipercayakan kepada sistem pengereman kepunyaan S130 series. Sempurna!