Senin dini hari tadi, melalui akun Twiternya penyelenggara balapan MotoGP resmi membatalkan seri pertama MotoGP di GP Qatar pekan depan, 8 Maret 2020 terkait wabah virus Corona. Pembatalan balapan kelas utama MotoGP di GP Qatar 2020 disebabkan adanya larangan kedatangan yang diberlakukan pemerintah Qatar untuk tamu dari Italia dan negara lain yang telah terkena wabah virus corona.

Italia merupakan negara Eropa yang paling parah terdampak wabah virus Corona. Dilansir dari update data virus Corona, hingga 1 Maret, ada 1.694 kasus terkonfirmasi dengan korban jiwa sebanyak 34 orang.

Banyaknya warga negara Italia yang bekerja untuk MotoGP, termasuk manajer tim, pembalap, ahli komunikasi, teknisi, dan lain sebagainya, membuat pemerintah Qatar menetapkan larangan tersebut. Diketahui saat ini ada tiga tim dari Italia di MotoGP 2020, yaitu Aprilia, Ducati, dan Pramac serta tim balap lain yang mempekerjakan orang-orang asal Italia.

Terhitung sejak Senin (2/3) semua penumpang pesawat yang datang langsung dari Italia, atau pernah berada di Italia dalam 2 minggu terakhir, harus menjalani karantina selama minimal 14 hari. Dengan begitu cukup menyulitkan bagi para partisipan selain tika memiliki waktu yang cukup untuk menjalani karantina.

Namun hanya kelas utama MotoGP yang dibatalkan, kelas lain dibawahnya seperti Moto2 dan Moto3 akan tetap berlangsung. Hal itu dikarenakan semua tim dan pembalap Moto2 serta Moto3 telah berada di Qatar sejak awal pekan lalu untuk menjalani tes resmi di Sirkuit Losail.

Dilansir dari berbagai sumber, Dorna sebagai pemegang hak komersial MotoGP sebetulnya sudah berusaha melobi pemerintah Qatar untuk memberikan dispensasi. Dorna mengusulnya pemeriksaan kesehatan berkala buat mereka yang bekerja di paddock MotoGP selama berlangsungnya balapan GP Qatar 2020.

Ada juga usulan untuk mengatur penerbangan khusus dari Nice, Prancis, bukan dari Italia. Akan tetapi, lobi-lobi Dorna itu tidak diterima oleh Pemerintah Qatar, yang tidak mau mengambil risiko.