Close-up-tire

Sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia yang tinggal di kota besar untuk melakukan ritual mudik saat Lebaran. Banyak moda transportasi yang menjadi pilihan. Ada yang menggunakan kereta api, bus, pesawat, hingga mobil pribadi. Namun pilihan terakhir masih dianggap favorit bagi yang memiliki kampung tak jauh dari ibu kota.

Mudik tak menjadi hal yang terlalu merepotkan jika jarak tempuh ke kampung halaman hanya sekitar dua atau tiga jam perjalanan. Namun bagi mereka yang harus menempuh perjalanan belasan hingga puluhan jam harus benar-benar melakukan persiapan yang matang. Tidak hanya kesiapan fisik pengendara, kondisi kendaraan pun harus dipersiapkan secara maksimal.

Kurangnya preparasi tentu bisa menimbulkan hal yang tak diinginkan. Kecelakaan bisa disebabkan banyak hal, misalnya kondisi badan si pengemudi yang letih sehingga membahayakan. Lalu kondisi kendaraan yang kurang fit lantaran kurangnya pemeliharaan. Mesin, kaki-kaki, sistem pengereman dan ban harus dalam kondisi prima.

Tips Ban

Inspeksi seluruh kondisi mobil ini bisa dengan mudah Anda lakukan. Beberapa hari sebelum mudik, baiknya masukkan saja mobil ke bengkel resmi untuk menjalani ritual servis rutin. Sebab mekanik di sana akan memberitahu kondisi mobil secara keseluruhan.

Nah, faktor terbesar penyumbang angka kecelakaan terbesar adalah ban. Sebab benda ini sangat memiliki andil dalam hal kestabilan kendaraan. Biasakan untuk selalu memeriksa tekanan ban mobil anda, paling sedikit sekali sebulan dan terutama sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.

Para pemudik juga kerap mengesampingkan keselamatan. Sering kita lihat banyak yang membawa beban berlebihan. Padahal mereka bisa menseleksi terlebih dulu mana yang dibutuhkan untuk dibawa dan yang tidak penting. Kelebihan beban akan membuat laju mobil cederung tak stabil.

Michelin-Pilot-Sport-All-Season-3-On-Vehicle-Driven-by-Michelin-Test-Driver-Sarah-Robinson

Berikut ini sekelumit fakta tentang ban berkaitan pada keselamatan dan kenyamanan di jalan :

  1. Departemen Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS, mencatat sebanyak 660 kasus kecelakaan lalu lintas akibat kurangnya tekanan angin ban. Memakan korban luka berat sebanyak 33 ribu per tahun.
  2. 63% pengendara mobil menyebutkan bahwa tekanan ban sangat mempengaruhi jarak tempuh dari kendaraan.
  3. Hanya 19% dari para pengemudi yang memeriksa kondisi tekanan ban mobil mereka.
  4. Tiap bulannya, tiga dari empat pengendara mobil mencuci kendaraan mereka, sementara hanya satu dari lima pengendara yang memeriksa tekanan ban mobil mereka
  5. Anda dapat menempuh jarak hingga mencapai 3,3% lebih jauh dan menghemat ongkos BBM, jika Anda selalu rajin memeriksa keadaan tekanan ban mobil Anda dan menjaga agar selalu dalam tekanan yang seharusnya.

DSC_7198

Jadi, berdasarkan beberapa fakta di atas kita wajib untuk selalu memantau kondisi si karet bundar. Beberapa cara diantaranya adalah:

Pastikan Tekanan Angin Sesuai Standar

Upayakan Anda selalu menjaga tekanan udara/angin dalam ban pada level yang standar. Bila tekanan angin berlebih, maka bantingan mobil saat bermanuver terasa keras. Sementara jika tekanan angin kurang, selain menyebabkan tarikan mobil menjadi berat juga mengundang resiko yang berbahaya. Pasalnya, ketika ban melintasi jalanan bergelombang atau berlubang yang tersembunyi akibat genangan air, ban rawan pecah.

Lakukan Rotasi Ban

Pada bagian samping ban yang selama ini berada di bagian dalam kini coba tempatkan di bagian luar. Tujuannya agar ban memiliki tingkat keseimbangan yang ideal kala mobil dijalankan sehingga kenyamanan dan kestabilan laju mobil tetap terjaga. Pasalnya, bagian ban yang cepat menipis adalah bagian samping atau sisi luar saat ban tersebut dipasang di roda mobil. Sementara pada saat hujan, kita tidak tahu persis permukaan jalan karena tertutup genangan air.

Lakukan Spooring dan Balancing

Kedua proses ini dinilai sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan keamanan saat berkendara. Ban yang tidak selaras dan seimbang mengakibatkan laju mobil cenderung ke arah kanan atau kiri, tidak lurus sesuai arah jalan. Selain itu, menimbulkan getaran pada roda kemudi sehingga menyulitkan pengemudi di saat menjaga kestabilan mobil. Bila ketidakseimbangan atau ketidakselarasan roda sudah parah, akibatnya bisa berbahaya, terlebih di saat jalanan licin sehabis hujan.