Mukiat Sutikno Hyundai

“Nikmati prosesnya, maka hasil terbaikpun akan mengejarmu”, motto itu ia dapatkan dari sang guru Karate. Dan bagi President Director PT Hyundai Mobil Indonesia ini, kalimat tadi adalah sindiran hebat untuknya agar lebih fokus untuk menjalani proses hidup dengan benar. Lalu, peran apa saja yang sudah dilakukan Mukiat Sutikno untuk Hyundai di tanah air?

Ok Pak, kita mulai saja ya obrolan santainya. Dari angle Bapak, jelaskan dengan singkat siapa sih Hyundai itu?

Dimata saya Hyundai adalah sesuatu yang baru saja lahir dan sudah bisa berjalan cepat, tapi untuk lompat atau terbang belum. Ya, Hyundai masih jalan cepat.

Mukiat Sutikno Hyundai b

Membawa brand Hyundai di Indonesia ini, apa kesulitan yang dihadapi?  Dan bagaimana cara membesarkan Hyundai di Indonesia?

Kalau di Indonesia sendiri itu membeli sesuatu itu seperti flu. Contohnya brand Blackberry. Waktu tahun 2007 saya pakai Blackberry, orang melihat saya aneh, seperti makhluk dari planet lain. Tapi akhirnya orang juga melirik handphone yang saya pakai itu, meskipun dibenak mereka masih banyak pertanyaan kalau rusak bagaimana nih?. Nah kembali ke pernyataan saya, seputar membeli sesuatu itu seperti flu, sekarang kalau akhirnya saya pakai Blackberry, teman pakai, saudara juga pakai HP yang sama, tetangga juga, you know what I think you must be ok. Intinya, untuk mau besar di Indonesia paling utama kita punya volume produk yang diinginkan apa. Dan bisnis elektronik semacam itu menggunakan trik penjualan dengan sistem consignment atau kongsiniasi ke para distributornya. Hasilnya, sudah bisa kita lihat secara langsung, brand seperti Samsung, LG, yang pasarnya sempat mati, sekarang sudah bisa sombong, karena target penjualan mereka semakin meningkat.

Mukiat Sutikno Hyundai a

Nah yang Anda ceritakan tadi kan ‘trik’ untuk barang elektronik, bagaimana kalau diterapkan di kendaraan?

Bukan. Trik barang elektronik itu hanya sebagai perumpamaan saja. Kalau untuk mobil yang paling utama adalah volume base apa sih yang paling besar untuk dimasukkan ke Indonesia. Kalau bukan MPVB, nggak ada. Kasarnya, kita ini merupakan market MVPB lah. Saya ada tuh datanya, dimana segment lain sedang bergejolak, MPVB tuh mengalir tenang banget, walaupun di dalam segmentnya sendiri masih suka ‘timpuk-timpukan’ batu sendiri. Tapi tetap segment MPVB tuh paling besar. Lihat saja Datsun, dan perusahaan almamater saya, Suzuki yang sekarang sedang bermain di segment MPV seven seater itu.  Dan memang kalau bertempur di Indonesia, memang diperlukan senjata dari segment MPV, dan SUV juga, as well seven seater. Tapi serba salah juga sih, kalau untuk market di tengah-tengah itu malah sulit, karena market di Indonesia itu sangat extreme. Mau main di atas, atau bawah sekalian. Bisa di bilang, market di tanah air itu mengikuti lifestyle. Importir Lamborghini terbesar kedua di dunia adalah Indonesia.

Mukiat Sutikno Hyundai e

So, strategi yang paling jitu adalah kembali menyiapkan sang MPV itu di tanah air?

Ya. Walaupun, kita kembalikan, pertama kita melihat produknya terlebih dulu, setelah itu-kan baru distribution-nya, tapi memang ini susah, seperti chicken and egg, ayam dulu, atau telur dulu nih yang keluar nih, shinkanzen si kereta cepat, atau rel keretanya dulu nih yang harus kita siapkan?. Kalau kita distribution-nya dulu kita siapkan, baru remind ke Hyundai-nya untuk segera mempersiapkan produk-nya. Mindset-nya si Hyundai, kelas MPV ini sangat berkembang di Indonesia dan kendaraan tersebut hanya untuk Indonesia, karena market kendaraan ini bagus disini, meski pada kenyataannya kita juga ada cakupan pasar MPV yang jauh lebih besar di negara-negara lain. So, trik inilah yang menarik perhatian negara-negara luar, sehingga market mereka punya kekuatan khusus.

Mukiat Sutikno Hyundai c

Dari tiga brand kendaraan yang pernah Bapak handle, GM, Peugeot, dan Hyundai, ini kan tiga hal yang berbeda, bagaimana Anda mengatur ritme pasar dari ketiga ‘taste’ yang berbeda itu? Sulitkah? Dan apa kesulitannya?

Pusing sih, yang satu beer, yang satu wine, terakhir gingseng, kultur bisnis, cara bekerjanya memang sangat berbeda. Dan saya harus masuk dan kembali menyesuaikan. Dan, jujur saja untuk mengikuti ritme kerja Korea itu ampun-ampunan, mereka sudah terbiasa Paternalistic culture, yang mengikuti apa kata atasan saja, walau di depan jurang, karena ada perintah boss, ya  tetap saja dilakukan. Nah disitulah kesulitan saya.

Mukiat Sutikno Hyundai b Mukiat Sutikno Hyundai g

Dari sudut pandang Bapak, bagaimana tipikal konsumen Hyundai di Indonesia?

Menarik sih. Kalau kita lihat, mungkin perubahan yang paling cukup drastis waktu peluncuran Santa Fe. Terus terang produk Santa Ve ini harganya tidak murah, pas kita luncurin saja harganya sudah Rp.440 juta. Menariknya, customer produk ini ada di level umur diatas 40 tahun atau early 50. Sampai kita terkejut, dan akhirnya bertanya, kenapa sih? Maaf saja, biasanya sih kalau yang umur lebih mature, atau lebih tua, mungkin dia akan travelling tapi tak menggunakan kendaraan, sekalipun membawa, mereka juga akan bawa driver atau minta tolong anak-anak mereka untuk pegang kemudi. Tapi sekarang ini, customer base Hyundai, apalagi dengan kehadiran Santa Ve, tampak lebih luas.

Mukiat Sutikno Hyundai f

Wah Hyundai di Negara maju, seperti Amerika, sudah masuk sebagai Top Five nih. Harusnya di Indonesia juga bisa dong, mengingat jumlah penduduk di tanah air juga besar?

Ya, memang bisa. Tapi kembali lagi, kita lihat pasar kendaraan di negara-negara maju seperti di Amerika, Malaysia, segment ‘Avanza’-nya itu adalah sedan. Jadi kembali lagi, produk Hyundai sebenarnya banyak yang di sedan, maka dari itulah untuk pasar kita di luar negeri, ‘taste’ tersebut sangat klop dengan culture konsumen disana, sehingga market kita bisa dibilang berhasil untuk negara-negara maju. Tapi giliran di Indonesia, masih banyak yang melihat dengan sebelah mata, “wah sedan… naik MPV saja, kalau hujan sedikit, sudah gemetar apalagi naik sedan. Itu yang agak sulit. Ya, kalau pasar di luar memang sedan, kalau disini masih MPV. Lagi pula kalau di luar, jalanannya tidak ada “jerawat”-nya, kalau di Indonesia banyak bolongan.

Mukiat Sutikno Hyundai d

Terakhir dari kami Pak, kalau di dunia, Hyundai Indonesia ada diurutan nomor berapa? Dan berapa jumlah dealer Hyundai di Indonesia?

Kalau di dunia, pasar Hyundai masih berada di urutan nomor 13. Untuk total dealer sih ada 51 di Indonesia. Dan seluruh kota besar sudah ter-cover.