Belakangan penggemar motor 2-tak dibikin was-was dengan beredarnya surat berkop Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang pembatasan kendaraan bermotor.

Pembatasan yang dimaksud adalah penghentian produksi motor 2-tak dan pelarangan penggunaannya di kawasan kota.

Surat yang ditujukan kepada Gubernur dan Walikota serta Bupati tersebut sudah dibuat sejak Januari, namun belum terlihat adanya tanda tangan Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar.

[Baca juga: Kendati Berusia Senja, Semangat Bermotor Wanita Ini Tak Luntur]

Kalau memang benar peraturan ini diterapkan maka bisa dipastikan ruang gerak motor atau skuter 2-tak makin sempit.

Dengan begitu berarti Indonesia juga mengikuti langkah beberapa negara lain yang telah menerapkan peraturan hampir sama.

Dalam sebuah artikel di situs tentang skuter di Inggris, Scooterlab.uk, peraturan semacam ini bisa ditemui di Italia khususnya Genoa yang menjadi tanah kelahiran Enrico Piaggio.

Pemerintah Genoa melarang semua jenis skuter buatan sebelum 1999 untuk beredar di jalanan sejak pukul 7 pagi hingga 7 malam. Peraturan itu berlaku dari hari Senin sampai Jumat.

Paris dan London disebut sebagai kota lain yang juga menerapkan peraturan serupa. Di samping Jerman dan Belanda yang menerapkannya dalam skala nasional.

Memang tidak disebutkan secara spesifik kendaraan yang dilarang adalah motor atau skuter bermesin 2-tak. Namun apabila melihat batas tahun pembuatannya maka besar kemungkinan motor 2-tak juga ikut dilarang.

Alasannya, kendaraan roda dua lebih tua dari 1999 itu kotor.

Di Asia, China tak kalah tegas dalam hal ini. Dalam sebuah laporannya, Rappler.com menulis penerapan larangan motor 2-tak beredar di jalan raya sudah dilakukan oleh China.

Sedangkan di Bangkok, mesin 2-tak juga dinilai berkontribusi besar dalam pencemaran polusi udara menurut jurnal penelitian yang diungkapkan dalam artikel itu.