Mengambil posisi di antara dua hal yang berbeda itu sah-sah saja. Bukan cari aman, melainkan inilah cara baru dalam menikmati suatu hal. Pikiran tersebut yang terlintas di kepala saya sewaktu berada di balik kemudi New Honda HR-V. Bagaimana bisa?

Kita tahu bahwa Honda HR-V menjadi wakil Honda bermain di kategori SUV kecil atau bahasa populernya sekarang crossover. Punya desain bergaya SUV, hanya saja banyak aspek dari mobil ini yang dibuat agar lebih bersahabat di ekosistem urban.

Buat saya pribadi yang cukup akrab dengan dunia fotografi, sebuah crossover tak jauh ibarat sebuah kamera mirrorless.

Awalnya, kamera yang dianggap paling advanced, ya, DSLR. Dari bentuknya jelas terlihat profesional, belum lagi ditunjang fitur-fitur yang tak dimiliki kamera lain. Seperti performa unggul dalam mengambil gambar, pengaturan manual, lensa yang bisa digonta ganti, dan sebagainya. Inilah kamera para profesional sekaligus pilihan pehobi yang serius.

Sisi minusnya, kamera DSLR itu besar dan berat. Kurang asyik buat ditenteng sehari-hari karena makan tempat banyak. Kalau mau yang ringkas, pilihannya kamera saku. Nah, bagaimana jadinya bila keunggulan-keunggulan kamera DSLR tersebut dikemas dalam body yang hanya seukuran kamera saku?

Inilah yang terjadi saat kamera mirrorless hadir meramaikan ranah fotografi. Tak butuh waktu lama buat kamera model baru ini jadi idola banyak kalangan. Bahkan, mereka yang sebelumnya awam fotografi.

Sebagai info, disebut mirrorless karena tak adanya mirror di dalam bodi, seperti halnya yang dimiliki kamera DSLR. Mirror itu sendiri bisa dibilang komponen yang banyak makan tempat di bodi kamera. Dengan mencabutnya, alhasil produsen bisa membuat kamera dengan desain kompak disertai keunggulan-keunggulan DSLR.

Akhirnya, menggunakan kamera mirrorless adalah cara baru dalam menikmati fotografi. Asyik, ringkas, tanpa meninggalkan keunggulan DSLR. Cocok buat fotografer kasual, selain itu fitur-fiturnya juga mampu memenuhi kebutuhan para profesional.

Saya melihat hal ini tak jauh berbeda saat mobil crossover menjamur di pasar otomotif Tanah Air. Sebuah segmen baru yang meminjam prinsip-prinsip mobil SUV, namun kapabilitas mobil yang dibuat lebih urban. Mungkin pertanyaan yang muncul mengapa tak membawa seutuhnya fitur-fitur SUV tulen dalam sebuah crossover.

Saya teringat penjelasan salah satu bos Honda Prospect Motor Jonfis Fandy yang mengatakan konsumen segmen crossover masih tergolong sensitif terhadap harga. Walaupun, pada waktu itu konteksnya kemungkinan Honda HR-V mengadopsi mesin turbo. Namun, rasanya dasar pemikiran itu juga berlaku untuk menjawab mengapa tak ada sistem penggerak semua roda, misalnya. Mau jadi berapa harganya?

Meski begitu, kita tetap bisa merasakan nilai-nilai dari sebuah SUV pada New Honda HR-V, katakanlah pada desain bodinya. Ada kesan maskulin dari tarikan-tarikan garis bodinya yang sebetulnya luwes. Lalu, penampilan depannya yang baru-baru ini ada revisi jadi cenderung lebih sporti.

Citra masukulin mobil ini pun coba ditunjukkan dari grille depan yang kini lebih lebar. Lalu tertanam lampu depan full LED senada dengan desain milik Honda Civic turbo. Agak ke bawah sedikit, kita bisa melihat bentuk fog lamp segaris. Menurut saya, futuristik adalah kata yang tepat untuk mewakili sentuhan ini.

Lalu untuk bagian belakang, hal baru pada New Honda HR-V berupa pemberian list krom yang menghubungkan kedua lampu LED-nya.

Perlu diketahui bahwa unit yang ada di tangan kami ialah Honda HR-V 1.5 Special Edition. Ini adalah varian baru sekaligus yang tertinggi untuk Honda HR-V bermesin 1.500 cc (i-VTEC 120 PS / 145 Nm). Kehadirannya berusaha mengakomodir konsumen yang menginginkan fitur lebih di pilihan mesin yang ekonomis.

Salah satu caranya dengan menyematkan pusat hiburan berupa head unit 8 inci model floating. Ditambah penggunaan material-material kulit di dalam kabin. Saya pribadi telah menaruh hati pada interior Honda HR-V sejak generasi awalnya muncul. Terkesan premium, apalagi kini ditambah sentuhan baru ini.

Penggunaan bahan kulit itu juga termasuk untuk lingkar kemudi yang dibekali paddle shift dan audio steering. Tak ketinggalan, bagian dalam pintu dan kenop tuas transmisi juga dibalut material yang sama. Ini adalah poin plus lain yang membuktikkan Honda HR-V mempertahankan nilai penting dari sebuah SUV, kesan premium.

Bila menengok fiturnya, keberadaan fitur seperti Hill Start Assist juga bisa bikin pengendara nyaman jalan-jalan melipir ke luar kota, katakanlah ke daerah perbukitan. Di mana tak perlu khawatir bila harus menanjak dan berhenti di tengah-tengah. Karena fitur ini menjamin mobil tak meluncur ke bawah.

Sedangkan, kelengkapan lainnya seperti EPS (Electronic Power Steering), VSA (Vehicle Stability Assist), Auto Brake Hold, Electric Parking Brake, ABS lengkap dengan sistem bantuan pengeremannya adalah fitur-fitur dengan nilai guna yang akan mempermudah Anda melakukan perjalanan bersama New Honda HR-V.

Dengan berbekal paket tersebut jadilah Honda HR-V sebagai salah sati mobil Honda terlaris di samping Brio dan Mobilio. Daya tariknya sebagai sebuah crossover bikin orang gampang jatuh hati. Tampang SUV, namun lebih kasual sehingga bisa diterima lebih banyak kalangan.

Merebut hati para konsumennya yang menurut Honda diwakili oleh mereka dari kalangan profesional muda penyuka hal-hal baru. Dan inilah caranya menikmati kesan premium sebuah SUV di kendaraan berbodi lebih kompak yang lebih mambaur dengan ekosistem urban.