Nissan GT Academy 2016 merupakan penyelenggaraan tahun kedua bagi program pencarian bakat pembalap profesional dari sebuah dunia virtual. Tahun lalu, Andika Rama sukses menyabet gelar juara umum kompetisi ini di sirkuit Silverstone, Inggris menyisihkan enam kontestan lain dari Indonesia.

Lantas apakah langkah pemenang kompetisi virtual ini terhenti begitu saja. Mengingat pemenang Nissan GT Academy tersebut telah membuktikan dirinya mampu berkompetisi secara profesional di aspal sungguhan.

Saat ditanya Thegaspol.com soal ketertarikan Nissan Motor Indonesia ikut serta dalam gelaran Indonesian Sentul Series Of Motorsport (ISSOM), Budi Nur Mukmin, General Manager Marketing Strategy & Communication Division PT Nissan Motor Indonesia (NMI), menyebutkan hingga saat ini pihaknya masih mempelajari keikut-sertaannya dalam gelaran balap mobil nasional tersebut.

“Untuk terjun serius di balap kan mesti mempertimbangkan banyak faktor, apalagi untuk jadi tim pabrikan. Kita masih pikirkan masak-masak soal itu,” ungkap Budi di Jakarta, Rabu (27/7).

Tidak salah memang, sebagai tim pabrikan yang ingin terjun langsung di dunia motorsport, setidaknya mesti memikirkan soal pendanaan gelaran selama mengikuti seri balapan. Tambah lagi kesiapan tim mekanik yang mesti fokus dalam kegiatan kompetisi resmi ini.

Pria berkacamata ini menambahkan jika pihaknya telah memutuskan untuk mengikuti kejuaran balap nasional tersebut, NMI pasti akan memilih para juara kompetisi Nissan GT Academy sebagai pembalap utamanya.