Penyebab rasa bosan dipastikan timbul kala melakukan aktivitas yang begitu-begitu saja. Dengan begitu alternatif melakukan hal diluar kebiasaan perlu dicoba agar hidup terasa lebih variatif.

Seperti halnya pemandangan di jalan raya, perhatikan dengan seksama, Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport mendominasi populasi segmen Sport Utility Vehicle (SUV) bermesin diesel. Sesekali luangkan waktu untuk menghitung, dalam kurun waktu satu menit berkendara di jalan besar, salah satu dari kendaraan yang kami maksud pasti bisa Anda temukan.

Bagi kami, itu membosankan. Seolah para peminat kendaraan di segmen itu tidak punya pilihan lain. Atau paling parah, bisa kami nilai mereka adalah golongan orang-orang berselera mainstream.

Mereka tentu punya alasan kuat untuk meminang kedua SUV pasaran tersebut. Tapi bagi Anda yang berpegang teguh pada prinsip anti-mainstream atau lain daripada yang lain, barangkali tulisan ini dapat membantu menambah wawasan Anda soal pilihan lain SUV bermesin diesel.

Kami telah menghabiskan akhir pekan yang mengesankan besama Nissan Terra VL  lansiran 2019. VL merupakan varian paling tinggi atau termahal untuk model 4×2 yang hanya menyediakan opsi transmisi otomatik 6 percepatan.

Dengan banderol Rp 533,9 juta (on the road) Jakarta, Nissan Terra VL dilengkapi dengan fitur pintar Intelligent Rear View Monitor. Tugas cermin pemantul pada spion dalam, dapat digantikan oleh empat buah kamera yang tertanam  pada empat sisi mobil.

Dengan begitu pengemudi dapat memantau benda di sekeliling mobil dengan visual kamera 360 derajat. Ini sungguh membantu Anda dalam melakukan manuver Nissan Terra yang bongsor.

Mengendarai Nissan Terra memberikan sebuah kebanggaan tersendiri, Posisi duduknya yang tinggi mirip mobil aristokrat khas Inggris yang memberikan keleluasaan visual dan menambah kepercayaan diri saat berkendara. Bahkan saat kursi elektrik 8 penyetelan berada di posisi terendah, pengemudi masih tidak menemukan kendala dalam penglihatan ke bagian depan.

Para penumpang yang kami ajak duduk di kursi tengah, juga merasakan kenyamanan dan kelapangan ruang kaki serta kepala. Bahkan untuk orang dengan tinggi 180 cm, tidak menemukan kendala saat duduk karena posisi bangku bisa diatur maju dan mundur.

Konsep bangku theatrikal di bagian tengah memberikan keleluasaan visual tersendiri untuk penumpang di baris ketiga dan kedua. Di baris ketiga, untuk penumpang dengan tinggi 170 cm juga masih dapat duduk secara layak dan menikmati perjalanan.

Kenyamanan juga makin bertambah berkat banyaknya lubang Ac atau pendingin kabin untuk penumpang bagian belakang. Bila tidak difungsikan, Nissan Terra menyediakan fitur aktif dan non-aktif penyejuk ruangan belakang.

Saat kami menghabiskan akhir pekan brsama Nissan Terra, kami menemukan sebuah kesenangan kala harus melipat bangku baris kedua untuk akses penumpang paling belakang. Cukup mengakses one touch tumble button, maka bangku baris kedua akan terlipat secara otomatis. Untuk mengembalikannya, tetap secara manual.

Variasi pelipatan bangkunya juga pintar. Di Indonesia, hal ini jadi perhatian khusus konsumen ketika kemampuan angkut barang dan orang sangat dipetimbangkan. Konfigurasi 60:40 dan 50:50 dengan fitur lantai yang rata cukup memberikan nilai plus. Sayangnya untuk melipat kursi paling belakang perlu usaha yang berlebih karena tuasnya tersembunyi dan hanya dapat diakses dari bagian dalam.

Ada baiknya juga Nissan mempertimbangkan soal fitur pintu bagasi elektrik. Selain cukup berat, kami duga untuk orang dengan tinggi badan dibawah 165 cm akan cukup sulit menjangkau handle dalam pintu bagasi saat ingin menutupnya.

Puas mengeksplorasi bagian kabin, kami langsung coba performanya. Sumber pacu Commonrail Turbo Diesel 4 silinder 2.488 cc bertenaga 190 PS dan torsi 450 Nm, dinilai cukup menyenangkan. Raihan tenaganya tidak terlalu agresif namun terus meningkat secara pasti berkat transmisi otomatik 6-percepatan, dengan begini saat Anda berakselerasi, penumpang tidak merasakan jambakan yang berlebihan.

Komposisi mesin dan transmisi yang terdapat pada Nissan Terra, cukup memberikan angka konsumsi bahan bakar yang impresif. Menurut hasil pengujian dengan bahan bakar diesel cetana 53 yang kami lakukan, di dalam kota Nissan Terra menghabiskan satu liter bahan bakar untuk 10 km, sementara untuk konsumsi bahan bakar di ruas jalan tol atau luar kota, satu liter dapat menempuh 12,8 km.

Cruising di jalan bebas hambatan berkecepatan rata-rata 100 km/jam tambah menyenangkan berkat fitur cruise control, sangat membantu saat Anda harus menempuh perjalanan sejauh ratusan kilometer di jalan tol lintas provinsi.

Ayunan suspensinya bila kami nilai berada di komposisi yang menakjubkan. Tidak terlalu mengayun, juga tidak terlalu kaku. Melibas jalanan berlapis beton baik di kecepatan sedang ataupun tinggi, suspensi masih mampu memberikan redaman yang baik, artinya mobil tidak terlalu berayun ataupun memberikan rebound yang mengejutkan.

Meski begitu, karena dimensinya yang cukup gambot, maka respon pengendalian Nissan Terra masih menyisakan sedikit keterlambatan antara pergerakan roda dengan pergerakan setir. Bagi kami ini masih cukup wajar, mengingat bila sudut kemudi terasa begitu responsif maka SUV berbobot hampir 3 ton (kosong) tersebut bakal kehilangan daya cengkramnya di jalan.

Karena dititahkan sebagai sebuah SUV, maka kemudi kami arahkan ke daerah pegunungan. Kami ingin tahu bagaimana kiprah Nissan Terra di medan yang cukup berat, namun masih aman dilintasi kendaraan 4×2.

Sebuah anak sungai dengan bebatuan terbentang di hadapan Nissan Terra. Setelah meyakinkan bahwa area tersebut aman dilintasi, maka tanpa pikir panjang SUV tersebut kami ajak sedikit ‘berendam’ dan bermain di area tersebut.

Sangat menyenangkan memang mengeksplorasi kemampuan sebuah SUV di medan seperti ini. Rasa antusias bercampur cemas bila kendaraan tersangkut cukup menghinggapi kami.

Namun kenyataannya sungguh berbeda. Meski berpenggerak belakang, namun Nissan Terra mampu melewati rintangan-rintangan yang ada dengan mudah tanpa tersangkut karena momentum tenaga yang terus mengisi di putaran bawah. Kami sungguh menyukai mobil ini.

Bagi kami, Nissan Terra cukup menjawab aspirasi pengguna SUV di tanah air. Mulai dari ruang kabin, konsumsi bahan bakar, performa di aspal dan medan jalan jelek. Harga jualnya pun cukup kompetitif bila dibandingkan dengan seterunya.

Sayangnya tatanan audio bawaan dari Nissan Terra varian termahal untuk penggerak 4×2 ini tidak sebanding dengan harga jualnya. Kualitas suaranya belum bisa memanjakan telinga, peranti pemutar hiburannya pun belum mengadopsi Operating System Android maupun Apple.

Kendati demikian, pilihan kembali di tangan Anda. Apakah Anda termasuk golongan masyarakat mainstream atau anti-mainstream saat memilih mobil.