Alaska bukanlah buat orang yang lemah, dan hal itu juga berlaku bagi kendaraan. Bagaimana tidak, hamparan padang, gunung dan lembah yang semi beku adalah pemandangan yang tidak umum bagi sebagian orang. Belum lagi bila menyebutkan puluhan spesies liar yang bermukim di sana, ugh, jangankan mampir, dibayar pun kadang orang segan.

Meski begitu Alaska adalah surga bagi para pecinta alam liar. Nissan pun paham bila mereka harus dapat mengakomodir kebutuhan orang-orang ini dengan sebuah kendaraan yang mumpuni. Maka dipilihlah Nissan Titan yang diperlengkapi dengan sejumlah properti after market demi menyesuaikan medan dan dapat memberikan nilai tambah yang jelas.

Beruntungnya Nissan tidak mau egois. Untuk proyeknya yang kali ini melibatkan badan amal Wounded Warrior, pilihan untuk parts diberikan kepada khayalak luas melalui media sosial Facebook. Para pengunjung diperbolehkan memilih aksesoris penunjang mana yang paling cocok dengan truk pickup ini. Meski demikian seleksi akhir tetap dilakukan oleh Nissan dengan memperhitungkan faktor keselamatan dan keamanan.

Hasilnya adalah Titan Crew Cab PRO-4X yang dilabur dalam warna kamuflase militer digital yang memberikan penghargaan kepada para pejuang yang rela berkorban demi negara. Ya, Wounded Warrior adalah sebuah badan amal yang dananya digunakan untuk para veteran perang. Maka tidak mengherankan bila pilihan desain kamuflase ini adalah yang paling cocok untuk digunakan mereka.

Dengan bermodalkan mesin Endurance 5.6-liter V-8, lansekap Alaska yang berbahaya siap dihajar. Ban Nitto Trail Grappler M/T 35 inci yang melekat di velg Fuel Revolver D525 18 inci dianggap mumpuni untuk mengatasi medan ekstrim. Untuk perjalanan malam hari, sebuah light bar Bulldog LED Lighting siap menerangi jalan sementara pengamanan dijaga oleh ARB Bull Bar untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang tidak diinginkan.

Bagi yang penasaran untuk melihat bagaimana pickup Nissan Titan ini beraksi dengan dipiloti oleh alumni Wounded Warrior David Guzman dan Kevin McMahon, pabrikan Jepang ini telah membuat sebuah dokumentasi yang dapat ditengok di kanal youtube mereka.