Setelah Ford angkat kaki dari pasar otomotif Indonesia, komitmen merek-merek lain pun turut dipertanyakan. Terutama, merek yang masih mengandalkan basis produksi di luar negeri. Merespon hal itu PT Mazda Motor Indonesia (MMI) punya tanggapan sendiri.

“Tidak punya pabrik di dalam negeri bukan berarti tidak punya komitmen,” kata Astrid Ariani Wijana, Senior Marketing Manager MMI di Jakarta, Rabu (10/2).

Dirinya mangatakan bahwa salah satu komitmen yang diberikan pihaknya ialah bagaimana Mazda berkompetisi dengan memberikan harga dan value pada setiap produknya.

“Mazda melihat market Indonesia masih cukup terbuka. Semua itu tergantung dari strategi yang diterapkan setiap perusahaan. Kami di Mazda memiliki strategi dan lini-lini produk yang jelas. Walaupun, bisa dibilang bukan favoritnya masyarakat Indonesia,” tambah Astrid.

Sampai sekarang Mazda masih mengandalkan basis produksi yang berada di Jepang untuk produk SUV andalannya CX-5. Adapula pabrik di Thailand yang bertugas menelurkan All New Mazda2 dan double cabin All New BT-50.

Masih menurut Astrid, Mazda memang memiliki keinginan untuk melakukan lokalisasi produk-produknya. Tetapi ada hal-hal yang harus dipelajari. “Tentunya masih banyak faktor yang harus diperhatikan dan dipelajari sebelum melakukan hal tersebut,” tutup Astrid.

Untuk diketahui, MMI berhasil melawati tahun 2015 dengan mengemas total penjualan sebanyak 9.334 unit kendaraan. Naik 2 persen dari tahun 2014. Angka tersebut didominasi Mazda CX-5 sebanyak 48 persen disusul All New Mazda2 sebesar 32 persen.