Cukup mengejutkan berita yang kami dapatkan sore hari ini (26/2/2015). Chevrolet Spin yang digadang-gadangkan akan menjadi mobil rakyat Indonesia malah membuat raksasa pabrikan roda empat asal Amerika Serikat ini terpelintir di tanah air.

Pengumuman bahwa GM Indonesia akan segera menutup pabriknya di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat memang bagai manuver yang diluar sangkaan banyak orang. Pasalnya, line produksi manufaktur lokal yang mereka andalkan untuk merakit varian Spin memang baru saja dioperasikan per Mei 2013 lalu.  Agak mengherankan memang bila kita lihat dari waktu yang baru seumur jagung ini Chevrolet sudah mengalami rasa putus asa.

Disampaikan langsung oleh Tim Zimmerman President of General Motors South East Asia Operations. “General Motors Indonesia akan menghentikan aktifitas produksinya. Kedepannya kami akan menjadi perusahaan distribusi nasional, namun penjualan dan layanan after sales seluruh produk Chevrolet akan terus dilanjutkan”.

Rencana penutupan pabrik yang efektif di bulan Juni tahun ini memang berdampak pada 500 orang karyawan pabrik yang akan dirumahkan.

Alasan terbesar penutupan pabrik ini memang cukup klasik. Ya, volume penjualan Spin yang masih jauh dari target memang menjadi biang keladinya.

“Kami  tak bisa menggenjot produksi Spin untuk  peningkatan  seperti yang diharapkan sejak awal. Meskipun kualitas Spin memang tak perlu diragukan. Namun pertarungan dengan brand Jepang yang eksisting memang jauh dari kata mudah,” ujar salah satu petinggi GM.

Biaya produksi yang tinggi tak diimbangi oleh minat beli masyarakat Indonesia terhadap Spin memang menjadi kendala besar.

Secara matematika, kapasitas produksi  sejatinya dapat mencetak 40 ribu unti setahun.. Tapi kenyataannya GM hanya mampu menjual 8.412 Spin di Indonesia pada 2014. Sementara unit ekspor hanya tergelontor 3 ribu unit.

Efek penutupan pabrik ini juga membuat CEO General Motors Indonesia, Michael Dunne mengundurkan diri dari jabatannya. Dan akan diganti sementara oleh Pranav Bhatt, CFO GM Indonesia.