Pasar Jongkok Otomotif atau Parjo sudah memasuki tahun ketujuh. Berangkat dari ajang penjualan komponen sepeda motor dan mobil secara sederhana ini sekarang kian mewah berkat hadirnya Parjo Red Carpet di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang, 27 September – 7 Oktober 2018 mendatang.

Memanfaatkan momentum Pekan Raya Indonesia yang digelar di hari yang sama, Parjo Red Carpet menampilkan konten-konten khasnya yang berbau otomotif dan skema kustom roda dua dan empat di Indonesia. Beberapa builder dan modifikator menampilkan karya terbaiknya untuk ditampilkan kepada masyarakat pengunjung Pekan Raya Indonesia 2018.

Sebagaimana benang merah yang tidak boleh hilang dari kegiatan Parjo, penjualan barang-barang komponen sepeda motor dan mobil baik baru maupun bekas tetap tersedia meski telah menyandang status berkarpet merah atau eksklusif.

Bagi pemburu barang antik, disana juga tersedia beberapa gerai-gerai barang-barang lawas yang dapat disambangi satu-persatu demi mendapatkan barang incaran.

Agus Gusno, founder atau pendiri Parjo menyebutkan, pengunjung dapat mengeksplorasi ragam karya seni builder, suku cadang, aksesori, sekaligus berinteraksi dengan para builder dan komunitas layaknya sebuah pasar jongkok.

“Kita ada 35 builder motor yang berkompetisi dan nantinya ada satu pemenang yang diberangkatkan ke Verona, Italia untuk mengikuti Motor Bike Expo pada Januari 2019,” jelas Agus Gusno, melengkapi.

Dalam usahanya untuk memajukan industri kreatif otomotif di Indonesia, Parjo Red Carpet membawa tema “Indonesia Creative Movement” yang bermaksud memberikan wadah bagi seluruh builder dan modifikator lokal untuk menampilkan hasil karyanya.