Didorong kebutuhan konsumen yang makin beragam, PT Pertamina (Persero) menerapkan konsep baru di tujuh SPBU. Ketujuh stasiun pengisian bahan bakar pilot project tersebut dirancang untuk memenuhi aspek gaya hidup konsumen dengan mengedepankan segi bisnis non fuel retail.

Pembaharuan tersebut dikemas ke dalam konsep anyar, “Pasti Prima”. “Konsep ‘Pasti Prima’ yang kami hadirkan kali ini akan menjawab kebutuhan konsumen yang datang ke SPBU tidak sekedar untuk membeli BBM,” jelas Wianda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication, PT Pertamina, Jumat (11/12) di Jakarta.

Dikatakan, Pertamina telah menyepakati kerjasama dengan MAP Group untuk menghadirkan restoran cepat saji di SPBU Stop In, sebutan stasiun pengisian bahan bakar yang telah menerapkan konsep baru ini. Khusus di SPBU Prima Lenteng Agung, Pertamina menggandeng Es Teler 77 sebagai mitra bisnis non fuel retail untuk mengembangkan Pulstop 77, gerai yang menyajikan desain retro-automotive.

Selain di SPBU COCO Lenteng Agung, konsep “Pasti Prima” juga diaplikasikan di SPBU MT Haryono, Kuningan, Bumi Serpong Damai, Abdul Muis, Fatmawati, dan satu SPBU DODO Hang Kelir.

Wianda juga mengatakan bahwa pihaknya punya fokus yang seimbang antara bisnis fuel dan non fuel retail. Pertamina memiliki inisiatif strategis, misalnya pengembangan infrastruktur, memperkuat jaringan, dan memberikan tingkat pelayanan lebih baik.

Penerapan konsep “Pasti Prima” juga merupakan upaya meningkatkan daya saing serta mempertahankan dominasi Pertamina dari ancaman stasiun pengisian bahan bakar asing.

“Yang jelas kita ingin mempertahankan dominasi marketshare di Indonesia. Kalau persaingan akan selalu ada, tinggal bagaimana kita mempertahankan dominasi pasar itu,” ungkap Windrian, Assistant Manager Channel Improvement, PT Pertamina.

Teks & Foto : Mada Prastya