Pemerintah melalui Menteri Perhubungan telah mengesahkan peraturan baru tentang ban cadangan atau ban serep pengganti pada mobil lewat Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 33/2018 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor. Melalui aturan tersebut, kini memperbolehkan produsen kendaraan bermotor untuk mengganti atau meniadakan keberadaan fungsi ban cadangan pada mobil sesuai perkembangan teknologi pada ban utama.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 33/2018 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor, kini menjadi pedoman baru bagi kendaraan bermotor yang diproduksi dan beroperasi di dalam negeri untuk menghapus keberadaan ban cadangan bila sudah mengadopsi ban berteknologi Run Flat Tire (RFT). Di aturan sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mewajibkan keberadaan ban cadangan di setiap mobil sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 9 tahun 2004 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor.

Pada regulasi tersebut, setiap kendaraan yang telah dilengkapi dengan teknologi ban RFT wajib menyediakan alat indikator tekanan ban atau menyediakan peranti tire repair kit sebagai pengganti ban cadangan. Produsen atau pabrikan kendaraan yang memasarkan produknya di Indonesia juga dapat menanggalkan keberadaan dongkrak dan alat pembuka ban di setiap mobil.

Begini aturan selengkapnya,

Pasal 14 pada ayat 1 sampai 4.

(1) Ban cadangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) huruf g dan Pasal 12 ayat (1) huruf g dapat diganti dengan penggunaan teknologi pengganti fungsi ban cadangan.

(2) Pengganti fungsi ban cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. Run flat tire yang dilengkapi dengan indikator tekanan ban; b. Tire repair kit; atau c. Teknologi lain.

(3) Pengganti fungsi ban cadangan sebagimana dimaksud pada ayat (2) harus dilengkapi petunjuk penggunaan di jalan.

(4) Kendaraan yang menggunakan pengganti fungsi ban cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat tidak dilengkapi dongkrak dan alat pembuka roda.

Sebelumnya di Indonesia sempat marak kasus gugatan antara konsumen pengguna Nissan Elgrand 2.5 Highway Star ke PT Nissan Motor Indonesia soal keberadaan ban cadangan tersebut. Konsumen tersebut menggugat karena tidak adanya ban cadangan pada unit yang secara utuh (CBU) didatangkan PT NMI dari Jepang ke Indonesia.