Kenyamanan jok mobil menjadi kunci penting untuk tetap nyaman selama di perjalanan. Bahkan para ahli kesehatan mengatakan bahwa duduk terlalu lama dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, termasuk sakit punggung. Hal ini disebabkan posisi duduk memberikan beban 40 persen lebih banyak pada tulang belakang dibandingkan ketika berdiri.

“Kita menghabiskan waktu dengan duduk lebih sering karena bekerja dan mengemudi dalam kemacetan. Hal ini membawa dampak buruk bagi punggung Anda. Jadi, ketika Anda bepergian dengan mobil, Anda harus memilih kendaraan dengan kursi yang nyaman dan kontur terbaik untuk memberikan dukungan pinggang pada bagian bawah tulang belakang dan sisi samping.” ujar Dr. Chase Scheiner, seorang Kiropraktor asal Amerika yang berbasis di Bangkok dengan pengalaman profesional lebih dari 20 tahun. 

Tak mengherankan jika banyak pembeli mobil mengatakan bahwa kenyamanan interior termasuk dalam 10  alasan terbesar dalam membuat keputusan membeli mobil seperti halnya yang diakui Chevrolet Indonesia. Berdasarkan hasil riset pelanggan Chevrolet, sekitar 95 persen pembeli menganggap ruang kaki luas dan kursi nyaman sebagai elemen yang penting dalam membeli mobil.

“Ketika kita mengemudi dalam jam-jam macet, tempat duduk yang nyaman menjadi sangat penting – ini menurut para pelanggan kami. Kami mendengarkan pelanggan dan menjawab kebutuhan mereka dengan menyediakan kursi yang tidak hanya nyaman tetapi tahan lama,” kata Chatchawan Chantaket, General Director of Product Engineering, GM Southeast Asia.

Penduduk Jakarta kerap harus menghadapi perjalanan panjang dalam aktifitas sehari-harinya, dengan menghabiskan rata-rata 63 jam per tahun pada jam-jam sibuk di jalan raya. INRIX Global Traffic Scorecard mencatat Indonesia sebagai negara peringkat kedua secara global dalam waktu yang dihabiskan dalam kemacetan jam-jam sibuk. Bahkan, saat libur panjang akhir pekan, terkadang kemacetan menjadi hal yang tak terelakkan.

Ketika awal  tempat duduk kendaraan dikembangkan, para teknisi Chevrolet menggunakan “Oscar,” sebuah alat simulasi tiga dimensi mirip manekin untuk menentukan tata letak dimensi keseluruhan interior mobil dan memastikan ruang dan kenyamanan yang optimal bagi para penumpang.

Teknisi kursi kendaraan GM juga menggunakan teknologi pemetaan tekanan digital yang mengukur distribusi tekanan sisi belakang seseorang di atas permukaan jok, membuat peta dengan lebih dari 4.600 titik data. Informasi tersebut dianalisa dengan sistem, dan menghasilkan grafik yang menggambarkan bagaimana penumpang duduk di kursi secara statis atau saat mengemudi.

Untuk melengkapi pemetaan tekanan kursi, para insinyur juga menggunakan robot uji coba yang mensimulasikan efek gaya duduk dan defleksi, dan membantu menentukan apakah kursi terlalu keras atau terlalu lunak.

Tetapi teknisi kursi kendaraan GM tidak tergantung sepenuhnya pada mesinmereka juga melakukan evaluasi perjalanan dengan beberapa relawan, menghabiskan ratusan jam dan ribuan kilometer untuk memastikan feedback yang cukup pada prototipe kursi tersebut.

“Ketika kita mengemudi dalam jam-jam macet, tempat duduk yang nyaman menjadi sangat penting – ini menurut para pelanggan kami. Kami mendengarkan pelanggan dan menjawab kebutuhan mereka dengan menyediakan kursi yang tidak hanya nyaman tetapi tahan lama,” kata Chatchawan Chantaket, General Director of Product Engineering, GM Southeast Asia.